Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG
Pasuruan-PaslineNews
Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan menggelar Special Event Madinah Van Java Championship 2025, sebuah kejuaraan pencak silat tingkat nasional memperebutkan Piala Walikota Pasuruan dan Dandim 0819 Pasuruan, di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan pada tanggal 3-4 Oktober 2025.
Kejuaraan tersebut dibuka oleh Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo, S.TP., M.Si., dan Dandim 0819 Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko, M.Han., di GOR Untung Suropati, Jumat (3/10) sore. Dalam sambutannya, Adi Wibowo mengatakan bahwa dia ingin kejuaraan tersebut dilaksanakan setiap tahun dan menjadi event tahunan di Kota Pasuruan untuk mendukung program wisata olahraga atau sport tourism di Kota Pasuruan.
"Selain mendukung program sport tourism, momentum kali ini menjadi ajang bagi pendekar, baik senior maupun yunior, untuk menunjukan bagaimana menjaga dan mengembangkan olahraga warisan budaya bangsa, tapi juga sebagai alat untuk mempersatukan kita semua. Jiwa kita adalah jiwa Pancasila; kita harus menjunjung sportifitas dengan menjunjung kejujuran," ucap Adi Wibowo.
Di tempat yang sama, Ketua IPSI Kota Pasuruan, H.Farid Misbah, mengatakan bahwa kejuaraan ini baru pertama kali dilaksanakan. Kejuaraan ini diikuti oleh 88 kontingen dengan jumlah atlet sebanyak 915 orang, yang berasal dari kota dan kabupaten di hampir seluruh Provinsi Jawa Timur, ditambah kontingen dari luar provinsi, diantaranya kontingan dari Provinsi Bali. Dari Kota Pasuruan sendiri, terdapat sekitar 500 atlet yang mengikuti kejuaraan ini.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kejuaraan pencak silat ini memiliki beberapa kategori, yaitu kategori Tanding, Seni Beregu, Seni Tunggal, dan kategori Solo Kreatif. Seni Beregu dan Seni Tunggal merupakan seni wajib IPSI, sedangkan kategori Seni Kreatif merupakan kreativitas gerakan jurus dari masing-masing perguruan.
Pada kejuaraan ini, lanjut Farid, panitia juga memperhatikan risiko bagi atlet mengingat ada kategori Tanding yang harus kontak fisik hingga berpotensi tejadi cedera. Oleh karena itu, panitia mendaftarkan seluruh atlet sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama kejuaraan berlangsung.
"Kejuaraan ini sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan atlet dan juga mencari bibit atlet untuk Kota Pasuruan. Selain itu, kejuaraan ini juga dalam rangka mendukung program Pemerintah Kota Pasuruan, yaitu Sport Tourism," pungkasnya.
Reporter: Prabowo
Komentar
Posting Komentar