Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG
Pasuruan-Paslinenews.
Kurung Carnival 2025 menjadi magnet ribuan masa yang menyaksikan sajian, tarian, treatikal dan karya seni rupa dari setiap peserta yang membawakan performanya secara langsung di panggung jalanan. Hentakan suara musik dari sound sistem di atas kendaraan masing-masing kelompok peserta juga ikut menggetarkan suasana Kurung Carnival 2025 yang dilaksanakan pada hari Minggu (24/08/25) siang.
Start dari kantor Desa Kurung di Pedukuhan Krajan, karnaval dilepas oleh Kepala Desa Kurung ,Musyafa' bersama pejabat Forkopimka Kejayan. Sebelum melepas, Musyafa' memberikan arahan kepada peserta agar melaksanakan karnaval dengan baik, menjaga sopan santun dan menjaga ketertiban di sepanjang jalan yang dilaluinya. Setelah dilepas, delapan peserta karnaval berjalan melintasi Jalan Raya Kejayan-Wonorejo menuju lapangan desa Kurung di Dusun Bawang, berjarak sekitar satu kilometer.
Di sepanjang jalan yang dilalui , masing-masing peserta melakukan performa terbaiknya. Seperti yang dilakukan peserta nomor urut 01 dari RT2-RW lll Dusun Krajan. Puluhan orang laki-laki dan perempuan berpakaian adat Jawa melakukan treatikal pembangunan Candi Prambanan yang bercerita tentang legenda masyarakat Jawa, kisah cinta Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.
Ada juga penampilan peserta yang sangat atraktif dan kreatif. Peserta paling akhir ini menampilkan adat dan budaya masyarakat Madura. Puluhan peserta mengenakan kostum lurik merah putih khas Madura. Mereka beramai-ramai mengusung patung sepasang sapi karapan, ikon Madura yakni Karapan Sape (balap sapi) berukuran besar.
Selain itu, nampak juga barisan laki-laki berdandan ala pendekar Madura ber wajah garang dengan membawa sebilah celurit (senjata khas Madura)., menggambarkan keberanian dan ketegasan masyarakat Madura.
Di barisan paling belakang, nampak Kuliner khas Madura yang sudah populer di masyarakat Indonesia yaitu sate dan soto Madura, lengkap dengan pikulannya yang khas Madura.
Arak-arakan peserta karnaval tersebut menjadi pertunjukan yang sangat menghibur masyarakat. Buktinya, kreatifitasnya menjadi perhatian warga yang melintas di Jalan Raya Kejayan-Wonorejo. Tidak sedikit yang menghentikan perjalannya untuk menonton. Di pinggir jalan, ribuan masyarakat berjubel antusias menyaksikan karnaval ala Desa Kurung ini.
.
Ketua Panitia Kurung Carnival 2025, Abdul Gofur mengatakan, Kurung Carnival sudah menjadi agenda tahunan Desa Kurung, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, yang digelar setiap tahun, dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini diikuti delapan peserta yang semuanya warga Desa Kurung. Menurutnya, tampilan peserta tahun ini lebih kreatif dari sisi kostum, koreo, dan tema yang diusung masing-masing peserta, berbeda dibanding tahun lalu. "Kami upayakan tampil beda di setiap episode Kurung Carnival," ujar Gofur disela-sela acara.
Dia menambahkan, di tahun ke-4 ini, penyelenggaraan Kurung Carnival 2025 dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-80, pelaksanaannya sudah direncanakan dengan baik. Melibatkan semua unsur seperti perangkat desa, BPD, Karangtaruna 'Patriot Muda', masyarakat dan TNI-Polri. "Kami merencanakan detailnya pelaksanaan acara ini. Harapan kami acara berlangsung aman, lancar, menghibur warga dan yang penting terbangun kebersamaan kita semua," ucapnya.
Komentar
Posting Komentar