Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG
Pasuruan-PaslineNews
Kinerja pemerintah Kota Pasuruan tahun anggaran 2024, hasil dan capaiannya dipaparkan oleh Walikota Pasuruan Adi Wibowo dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Walikota Pasuruan Tahun Anggaran 2024 di ruang rapat paripurna DPRD Kota Pasuruan, Senin (17/03/25).
Paparan Adi Wibowo yang juga disajikan dalam bentuk grafik di videotron ruang rapat paripurna menayangkan indikator- indikator kinerja utama pemerintah. Ada tujuh indikator kinerja utama pemerintah, empat indikator sudah memenuhi harapan yaitu, indeks kualitas layanan infrastruktur, rasionya di angka 3,81 (target 3,75); indeks pembangunan manusia (IPM) berada di angka 78,90 (target 76,63); indeks kesalehan sosial (IKS) di angka 86,61 (target 77,13); dan indeks reformasi birokrasi di angka 88,58 ( target 81,50).
Meski begitu, lanjut Adi Wibowo, tiga indikator lainnya masih berwarna merah yakni, gini rasio, angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. Artinya, jelas Adi Wibowo, ketiga poin tersebut tidak memenuhi target yang ditentukan.
Adi Wibowo menerangkan, Gini rasio atau ukuran tingkat ketimpangan pendapatan penduduk di Kota Pasuruan di tahun 2024 rasionya di angka 0,33 selisih tipis diatas target 0,32. Semakin besar angka capaiannya, semakin besar pula ketimpangan pendapatan penduduk di Kota Pasuruan. Begitu juga dengan angka kemiskinan di Kota Pasuruan, rasionya berada di angka 6,32 masih diatas target 5,37. Artinya, semakin besar angka rasionya itu berarti angka kemiskinan juga semakin besar. Berikutnya, pertumbuhan ekonomi kota Pasuruan, rasionya berada di angka 5,45 dibawah target yang dipatok di angka 5,51. Semakin rendah angka capaiannya semakin rendah pula tingkat pertumbuhan ekonominya.
Lebih lanjut Adi Wibowo memaparkan, bahwa ukuran-ukuran kinerja pemerintah tidak hanya indikator kerja utama pemerintah saja tapi juga indikator lainnya yang menjadi ukuran penilaian terhadap misi-misi pemerintah pada tahun anggaran 2024.
Ada empat misi yang dijalankan oleh pemerintah, terang Adi Wibowo. Misi l, dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi berbasis potensi lokal untuk membuka lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan, diukur oleh tiga komponen yakni tingkat pengangguran terbuka, PDRB per Kapita, dan rasio PAD terhadap pendapatan pemerintah.
Dari tiga ukuran tersebut hanya rasio pendapatan asli daerah (PAD) yang berwarna merah, sebesar 18,22%, kurang dari target sebesar 19,08%. Artinya, sumbangan PAD kepada pendapatan pemerintah masih dibawah harapan pemerintah. Sementara itu, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) per kapita Kota Pasuruan, tercapai sebesar Rp51.080.000,-berada di atas target sebesar Rp46.361.000,-. Artinya, semakin besar angkanya semakin besar pula nilai total barang dan jasa yang dihasilkan Kota Pasuruan dalam satu tahunnya. Sedangkan ukuran lainnya, yakni tingkat pengangguran terbuka, bisa ditekan diangka 4,63 dibawah target 5,71, semakin kecil angkanya, semakin kecil pula tingkat pengangguran terbuka di Kota Pasuruan.
Misi ll, jelas Adi Wibowo, dalam rangka membangun kota yang indah dan nyaman melalui konektivitas infrastruktur ekonomi dan sosial berkelanjutan, diukur oleh tiga indikator yakni indeks infrastruktur, indeks resiko bencana (IRB) dan indeks kualitas lingkungan hidup. Capaian Indeks infrastruktur cukup baik di angka 82,32 berada di atas target 74,34. Begitu juga dengan Indeks resiko bencana juga baik, tercapai di angka 96,7 jauh dibawah target pada angka 115,04. Akan tetapi, indeks kualitas lingkungan hidup belum memuaskan, digambarkan dengan warna merah berada di angka 60,15 di bawah target pada angka 61,57.
Misi lll, tambah Adi Wibowo, dalam rangka memantapkan kehidupan masyarakat multi kultural yang harmonis dengan modal sosial yang tangguh serta jaminan akses pendidikan dan kesehatan yang merata. Misi lll ini diukur oleh delapan indikator yaitu, Harapan lama Sekolah, capaiannya 13,67 (target 13,67); Rata-rata Lama Sekolah, capaiannya 9,94 (target 9,16); Angka Harapan Hidup, capaiannya 74,86 (target 72,10); Indeks Pembangunan Gender, capaiannya 96,81 (target 96,22); Indeks Stabilitas, capaiannya 81,65 (target 77,75); indeks toleransi, capaiannya 89,20 (target 78,00); Indeks solidaritas sosial, capaiannya 83,64 ( target 75,65); dan Pengeluaran Perkapita, capaiannya Rp14.664.000,- dibawah target sebesar Rp14.711.760,-. Indikator yang terakhir ini berwarna merah.
Misi IV, terang Adi Wibowo, adalah transformasi pelayanan publik yang mudah dan cepat melalui digitalisasi birokrasi dan manajemen yang adaptif. Misi ini diukur oleh enam indikator yaitu, nilai SAKIP, opini BPK terhadap LKPD, level maturitas SPIP, indeks profesionalisme ASN, indeks SPBE, dan Nilai IKM. Lima indikator berwarna hijau, satu indikator berwarna merah yaitu nilai indeks kepuasan masyarakat(IKM).
Adi menerangkan, nilai SAKIP menjadi indikator instansi pemerintah yang mencakup perencanaan, penganggaran, dan pelaporan kinerja. Nilai SAKIP pemerintah Kota Pasuruan pada tahun anggaran 2024 berada di katagori nilai BB (70-80), sesuai dengan target di katagori BB.
Opini BPK terhadap LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) juga menjadi ukuran pemerintah Kota Pasuruan mengenai tingkat profesionalitas kewajaran laporan keuangan pemerintah daerah. Kota Pasuruan sendiri di tahun anggaran 2024 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Level maturitas SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah ) menjadi indikator penilaian untuk mengetahui tingkat kematangan SPIP dalam mencapai tujuan pengendalian. Level maturitas SPIP Kota Pasuruan berada pada level 3 sesuai dengan target juga diangka 3.
Indeks profesionalisme ASN menjadi ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN (Aparatur Sipil Negara). Indeks Profesionalisme ASN pemerintah Kota Pasuruan berada di angka 82,20 diatas target di angka 70,00.
Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah nilai hasil evaluasi penerapan SPBE oleh pemerintah daerah, merupakan data tahunan, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, mutu pelayanan publik, transparansi, dan akuntabilitas. Indeks SPBE Kota Pasuruan berada di angka 4,07 diatas target 3,65
Nilai IKM atau indeks kepuasan masyarakat merupakan indikator tingkat kepuasan masyarakat terhadap unit pelayanan publik. Nilai IKM Kota Pasuruan masih berwarna merah berada pada angka 88,28 dibawah target di angka 88,68. Artinya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik masih dibawah harapan pemerintah
"Capaian kinerja pemerintah memang belum seluruhnya sesuai harapan. Tapi tentu, yang kurang baik akan kita perbaiki lagi, yang sudah baik kita tingkatkan dan lanjutkan," pungkas Adi Wibowo.
Komentar
Posting Komentar