Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Partai Politik Non Parlemen Somasi Bawaslu Kota Pasuruan.

 

Pengurus partai politik non parlemen berfoto bersama.


Pasuruan-PaslineNews

Partai politik non parlemen kota Pasuruan bersikap keras terhadap Bawaslu Kota Pasuruan, terkait kegiatan sosialisasi dan koordinasi Bawaslu yang tidak melibatkan partai-partai non parlemen. 


Sikap keras tersebut disuarakan oleh delapan partai politik non parlemen  dalam rapat Koordinasi di salah satu cafe di Kota Pasuruan, Minggu (18/08/24) pagi.


Delapan partai politik non parlemen yang tergabung dalam Koalisi Partai Non Parlemen (KPNP) yaitu, PSI, PKN, PBB, Partai Perindo, Partai Demokrat, Partai Buruh , Partai Ummat dan Partai Gelora, sepakat bahwa Bawaslu tidak adil dan tebang pilih didalam melaksanakan kegiatan sosialisasi informasi dan koordinasi menghadapi pemilihan kepala daerah pada bulan November 2024 mendatang.


Tudingan tersebut menyeruak setelah kegiatan sosialisasi dan koordinasi Bawaslu di hotel Ascent Premiere di Kota Pasuruan pada hari Minggu (18/08/24) , tanpa mengundang  partai-partai politik non parlemen.


Salah satu pengurus partai non parlemen Hardi S mengatakan, ada yang aneh dalam kegiatan Bawaslu tersebut. Kegiatan koordinasi yang diberi label "Peluncuran Pemetaan Kerawanan Pemilihan serta Pengawasan Partisipatif" hanya mengundang partai politik pemilik kursi di parlemen ditambah sejumlah ormas (organisasi kemasyarakatan). 


"Ini sungguh aneh dan tidak bisa dinalar. La wong kami ini jelas jelas partai politik yang ikut dalam pemilu tahun 2024 lalu, meskipun tidak memiliki kursi di parlemen, kok malah ditinggal dan diabaikan, ini mencederai demokrasi," ujar Hardi dengan suara lantang.


Atas kejadian itu, lanjut Hardi, dia dengan sejumlah pengurus partai non parlemen kemudian meminta klarifikasi langsung kepada Bawaslu. Namun jawaban salah satu komisioner Bawaslu mengatakan bahwa hal itu perintah dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur. 


Tidak puas dengan jawaban tersebut, Hardi dan teman-teman bertanya langsung ke Bawaslu provinsi Jawa Timur. Dan mendapat jawaban bahwa tidak pernah ada perintah seperti itu dari Bawaslu provinsi kepada Bawaslu di daerah.


Dia juga bertanya ke partai non parlemen di luar daerah. Dan mendapat Jawaban bahwa partai non parlemen selalu diundang di dalam kegiatan sosialisasi, informasi dan koordinasi Bawaslu. Informasi dari luar daerah itu berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Pasuruan.


"Kami menilai Bawaslu Kota Pasuruan tidak profesional, diskriminatif dan mencederai demokrasi. Oleh sebab itu, Koalisi Partai Non Parlemen  sepakat pertama,   somasi Bawaslu Kota Pasuruan, tembusannya ke Bawaslu Provinsi Jawa Timur bahkan Bawaslu RI. Kedua, meminta DKPP agar dapat mengevaluasi kinerja Bawaslu Kota Pasuruan," pungkas Hardi.


Reporter : Prabowo 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan