Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Gus Ipul Ajak Warga Membangun Sanitasi Layak Aman Sesuai Standart dan Merawat Secara Rutin

Foto bareng, Walikota Pasuruan Saifulah Yusuf bersama Mas Adi Wibowo, Camat, dan Tim Virifikasi ODF Provinsi Jawa Timur



Pasuruan-PaslineNews

Walikota Pasuruan (Gus Ipul) mengajak warga  kota Pasuruan  membangun sanitasi layak dan aman, memenuhi ukuran-ukuran standartnya dan merawatnya secara rutin.


Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam sambutannya menerima Sertifikat Open Defecation Free (ODF) Kota Pasuruan atau  Sertifikat Kota Pasuruan  Diinyatakan Sebagai Kota ODF dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Aula Suropati 1, di Sekretariat Pemerintah Kota Pasuruan, Kamis (11/06/24).


Ajakan Gus Ipul tersebut bukannya tanpa alasan. Hasil penilaian dari tim verifikasi ODF dari Provinsi Jawa Timur ,  Kota Pasuruan menjadi daerah yang ke 32 di Jawa Timur dengan sanitasi aman mencapai 79% dan sanitasi layak mencapai 57%.  Meski dinilai bagus, angka-angka tersebut harus ditingkatkan menjadi 100%.


"Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan angka ODF hingga 100% . Oleh sebab itu saya menugaskan Mas Adi Wibowo (Wakil Walikota) mempercepat ODF dengan menggandeng perusahaan agar CSR nya bisa di pakai untuk membangun sanitasi aman dan layak," ujar Gus Ipul.


Selain itu Gus Ipul juga mengajak masyarakat agar merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan hidup sehat  sesuai dengan lima pilar hidup sehat yakni, stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.


Di tempat yang sama, Ketua tim verifikasi ODF Provinsi Jawa Timur, Selvy Dwi Anggraini mengatakan, dari pilar pertama hingga kelima Kota Pasuruan berada  diangka 75%. Angka tertinggi ada di pilar pertama yakni Stop Buang Air Sembarangan, Kota Pasuruan sudah mencapai angka 100%. Pilar kedua,  kebiasaan mencuci tangan memakai sabun, Kota Pasuruan berada di angka 82%. "Kota Pasuruan dari pilar pertama sampai kelima berada di angka 75 %. Semoga di akhir tahun 2024 bisa mencapai 100%," pungkas Selvy.


Reporter : Prabowo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan