Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Pengenalan Diri Pak Ram Dengan Masyarakat Desa Karangasem, Petani Curhat Masalah Pupuk

 

Pengenalan Pak Ram dengan warga Desa Karangasem 


Pasuruan-PaslineNews

Persoalan pupuk yang dikeluhkan petani Pasuruan menjadi perhatian Ramdhanu  Dwiyantoro. Curhatan petani tersebut diutarakan kepada Ramdhanu dalam acara diskusi Perkenalan Ramdhanu dengan elemen masyarakat di Pedukuhan Krajan, Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/05/24) malam.


Dalam diskusi tersebut, para petani mengeluhkan keberadaan pupuk subsidi yang kerap kosong di pasaran ketika musim tanam tiba. Mau tidak mau petani harus membeli pupuk non subsidi dengan harga yang menyesakan dada. 


Mendengar curhatan para petani, Pak Ram, panggilan akrab Ramdhanu, mengatakan, bahwa pupuk bersubsidi merupakan kebijakan pemerintah yang tercatat jelas data penerimanya. 


Menurutnya, persoalan pupuk salah satunya disebabkan oleh penggunaan pupuk yang tidak sesuai takaran. Petani cenderung berlebihan menggunakan pupuk. Mungkin saja   petugas penyuluh lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian tidak memberikan petunjuk yang benar takaran penggunaan pupuk. 


Dia  menemukan salah satu biang persoalan pupuk tersebut ketika masih menjabat Kajari Kabupaten Pasuruan selama lebih dari 5 tahun. "Saya sangat paham masalah pupuk di Pasuruan. Salah satu penyebabnya penggunaan pupuk yang berlebihan.  Pupuk bersubsidi memang ada catatannya. Tidak bisa dikeluarkan bebas begitu saja," ujar Ramdhanu.


Meski begitu, pria yang mendaftar calon Bupati Pasuruan lewat PKB ini menawarkan sebuah solusi, pupuk non subsidi dengan harga diskon. Tawaran itu disampaikan lantaran dia memiliki koneksi dengan produsen pupuk.


Kontan saja tawaran itu diterima oleh petani. Imron tokoh masyarakat Desa Karangasem  berharap Pak Ram bisa merealisasikan tawarannya itu meski belum menjadi bupati. 


" Ini bukti nyata perhatian Pak Ram kepada petani. Meski belum menjadi bupati tapi sudah membantu masyarakat petani. Mudah-mudahan Pak Ram mendapat rekomendasi dari parpol dan nantinya bisa menjadi Bupati Pasuruan," ujarnya.


Selain masalah pupuk, masalah peluang kerja untuk tenaga kerja lokal di pabrik-pabrik juga menjadi curhatan masyarakat. Menurut Ramdhanu, tenaga kerja lokal sebenarnya mendapat porsi besar di pabrik atau perusahaan. "Tenaga kerja lokal diberi porsi yang besar. Saya tahu aturan itu. Tapi aturan itu tidak berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, jika saya ditakdirkan menjadi bupati, akan saya benahi aturan-aturan itu," terangnya.


Seperti biasa,  di dalam safari politik  Pengenalan Diri  Pak Ram kepada masyarakat, Dihadapan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, kader desa dan guru Madin/TPQ,  mantan Kajari Kabupaten Pasuruan tersebut memaparkan misinya. Mulai bidang pertanian, pendidikan, kesehatan,  investasi hingga potensi kekayaan alam  lokal. Dan juga memaparkan Visinya yakni  menjadikan Pasuruan maslahat berkah, barokah dan menjadi lebih baik.


Ramdhanu bersama teman, sahabat dan simpatisannya terus melakukan sosialisasi pengenalan Pak Ram ke publik Pasuruan meski DPP Partai Kebangkitan Bangsa sudah memberikan Surat Tugas Konsulidasi kepada Gus Mujib Imron salah satu pendaftar calon bupati lewat PKB.


"Sebelum ada 'janur melengkung' saya  akan terus berjuang menggapai rekomendasi dari PKB. Untuk itu saya bersama teman-teman terus melakukan pengenalan diri saya kepada publik Pasuruan untuk meningkatkan elektabilitas saya," tutupnya.


Reporter: Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan