Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG
Pasuruan-PaslineNews
KH. Mudjib Imron bersama rombongan datang ke Kantor DPC PKB Kabupaten Pasuruan di Jalan Raya Tambakrejo, Kecamatan Kraton , Kabupaten Pasuruan, Rabu (01/05/24) untuk mendaftar calon Bupati Pasuruan dalam pemilihan kepala daerah bulan November 2024 mendatang.
Dalam pidatonya, Gus Mudjib sapaan akrab KH. Mudjib Imron mengatakan, bahwa kehadirannya untuk mendaftar calon kepala daerah Kabupaten Pasuruan melalui PKB diantar masyarakat dari NU dan santri sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan.
"Pengantar saya adalah dari NU dan santri yang saya bina dari ponpes yang tersebar di Pasuruan. Saya tidak menyebut NU karena harus netral tapi secara pribadi saya memliki hak konstitusional yang punya hak memilih dan dipilih," kata mantan Wakil Bupati Pasuruan ini
Didampingi sejumlah Kyai, kehadirannya diterima oleh Sekretaris Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Bahrul Alam. Selanjutnya berkas pendaftaran diperiksa oleh tim Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
Setelah melalui proses pemeriksaan, Sekretaris Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Pasuruan Bahrul Alam, menyampaikan hasil pemeriksaan berkas pendaftaran Gus Mujib bahwa semua dokumen dan syaratnya dinyatakan lengkap dan benar.
"Setelah diperiksa oleh tim Desk Pilkada Kabupaten Pasuruan. Berkas di nyatakan lengkap. Semua calon kepala daerah yang mengisi formulir benar dan lengkap kemudian akan kami kirim ke DPP. Semua keputusan adalah hak DPP," terang Bahrul.
Dikesempatan tersebut Gus Mudjib memaparkan visi-misi singkatnya. Dia mengaku sebagai pejuang orang-orang bawah dan juga pejuang pemerataan pembangunan.
Menurutnya, seorang kepala daerah dalam membuat kebijakan harus memegang 3 hal. Pertama, Warek, artinya kenyang. Jangan sampai ada rakyatnya yang kelaparan, dengan memperhatikan sektor pertanian. Ke dua, waras. Yakni, meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, dengan mempermudah akses pengobatan dan tanpa biaya.
Ke tiga Wasis. Seorang kepala daerah harus memperhatikan pendidikan masyarakatnya, memperhatikan kualitas sarana dan prasaran serta mutu pendidikan. " Saya bersyukur di Pasuruan ini banyak sekali pondok pesantren. Sesuai amanat Undang-Undang Dasar 45 bahwa pendidikan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa," jlentrehnya.
Di akhir pidatonya Gus Mudjib mengajak seluruh masyarakat Pasuruan menyikapi pemilihan kepala daerah nanti dengan riang gembira. "Ayo kita laksanakan Pilkada nanti dengan riang gembira Jangan ada gontok-gontokan, saling serang, saling tekan. Kita laksanakan Pilkada dengan damai," tutupnya.
Reporter : Prabowo.
Komentar
Posting Komentar