Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Dari Laporan Warga, Komisi 3 Sidak Proyek Saluran Air dan Pavingisasi Jalan Lingkungan

Sidak Komisi-3 pada proyek saluran air dan pavingisasi di Kelurahan Karangannyar RW l/RT 3,4,5.


Pasuruan-PaslineNews

Komisi-3 DPRD Kota Pasuruan Sidak (inspeksi mendadak) pekerjaan proyek saluran air dan pavingisasi jalan lingkungan di Kelurahan Karanganyar,  RW l/ RT 3,4 dan RT 5, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Senin ( 09/10/23).


Ketua Komisi-3 Sutirta mengatakan, sidak kali ini dilakukan karena pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait proyek senilai Rp 364 juta, yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan teknisnya, seperti sudut elevasi yang tidak berubah, material rusak, teknis pekerjaannya yang dinilai mengganggu lalulintas masyarakat dan lainnya.


"Komisi-3 memastikan laporan warga  dengan mengecek  material langsung di lapangan, serta cek proses pekerjaan. Di lapangan komisi-3  menemukan material yang sudah ditandai palang merah tanda mengalami rusak dan akan diganti, "ucap Sutirta.


Tidak hanya soal material rusak. Komisi-3 juga menerima ungkapan Ketua RT-4 Lutfi, yang menilai pembangunan saluran air itu tidak akan dapat menyelesaikan masalah banjir jika datang musim hujan. Sebab, sudut elevasinya tidak berubah. Dia meminta agar sudut elevasi diukur ulang. Alasannya, kawasan pertigaan itu kontur tanahnya lebih rendah dan menjadi titik temu saluran air dari arah barat, selatan dan utara yang kemudian mengalir ke arah timur menuju sungai Kebonsari.


Menurutnya, di pertigaan itu harus di buat bak kontrol karena pusat  titik temu air dari arah barat, selatan, dan utara. Oleh sebab itu elevasi saluran air sepanjang 334 meter harus diukur dari ujung barat hingga ujung timur dengan tingkat kemiringan tertentu, sehingga laju air bisa lancar. Khusus di pertigaan, posisi udit ukuran 60x60 cm harus lebih tinggi dari sebelumnya. Namun jika terlalu tinggi  dikhawatirkan air malah menggenangi pelataran warga.


"Paling tidak pembangunan saluran ini bisa mempercepat surut genangan air ketika musim hujan tiba. Kalau mau bebas dari banjir sepertinya tidak bisa karena harus normalisasi saluran yang ada di ujung timur di sungai Kebonsari," ujar Lutfi.


Ketua RT-3 Misnari mengusulkan agar saluran air seluruhnya dibangun di tengah jalan lingkungan. Agar tidak ada hambatan kecepatan arus air dan air hujan akan lebih cepat surut.


Dari laporan warga dan beberapa  temuan, akhirnya Komisi-3 berdialog dengan Ketua RT-3 Misnari, Ketua RT-4 Lutfi, Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, Uuk Waluyo, pihak pelaksana CV. Mutiara Rajawali, Kunsultan Pengawas CV. Metro Karya, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.


Dalam dialog tersebut, anggota komisi-3 Junaedi memita  masyarakat harus aktif ikut kontrol pembangunan di lingkungannya.  Karena pembangunan tidak langsung muncul tapi datang dari usulan warga dan itu sangat panjang. "Jadi warga harus bersyukur jika proyek pemerintah turun di wilayahnya karena sudah menjadi prioritas pemerintah mengalahkan usulan wilayah lain," kata Junaedi.


Koordinator komisi-3 Farid Misbah menambahkan, dia  meminta pelaksana memperbaiki teknis pekerjaannya. Farid menilai, pekerjaan CV. Mutiara Rajawali sangat mengganggu aktifitas warga. Lobang-lobang dibiarkan lama tidak langsung di pasang udit, sehingga mengganggu aktifitas warga. "Mestinya selesai digali langsung di pasang udit sehingga lobang-lobang segera tertutup," terang Farid.


Dia juga mengingatkan Dinas Perkim dan pelaksana CV Mutiara Rajawali agar berjalan sesuai dengan rencana. "Jangan terpengaruh usulan warga ketika proyek sedang berlangsung. Usulan itu mestinya disampaikan di awal tidak ditengah pekerjaan seperti ini. Sebab, nanti perubahan item akan diperiksa BPK. Jangan sampai BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) menemukan kekurangan volume," jelas politisi Partai Hanura ini.


Anggota komisi -3 lainnya, Abdul Ghofur  lebih menilai perencanaannya. Menurutnya, ada yang salah dengan perencanaan pekerjaan saluran air dan pavingisasi ini. Pekerjaan membangun saluran air di tengah jalan lingkungan, tapi tidak ada detail pekerjaan pengurukan menutup saluran lama yang berada dipinggir jalan.


"Kalau pelaksana tidak melakukan pengurukan saluran  lama sebenarnya tidak salah karena tidak ada detail teknis pekerjaan pengurukan," jlentreh Ghofur, politisi Hanura.


Satu lagi yang tidak ada, lanjut Ghofur, pengadaan pipa buangan rumah tangga ke saluran baru yang posisinya berada di tengah jalan. "Melihat kondisi seperti ini, bisa dipastikan perencanaannya yang tidak beres," tegas Ghofur.


Menanggapi temuan komisi-3 dan laporan masyarakat, Uuk Waluyo menyanggupi untuk mengganti material yang rusak. Dia juga akan melakukan ukur ulang elevasi mulai dari sisi barat udit ukuran 30x30cm, hingga disisi timur udit ukuran 60x60 cm, total sepanjang 334 meter.


"Kita cek lagi elevasinya, kita ukur dari outletnya di sisi timur biar air cepat jalan. Untuk merubah saluran yang disisi timur dari pinggir ke tengah, kita pelajari lagi. Nanti ada justivikasi teknis," jelas Uuk.


Di akhir dialog Sutirta menegaskan bahwa Sidak komisi-3 dalam menjalankan fungsi pengawasannya memastikan bahwa  pekerjakan  berjalan sesuai dengan ketentuan dan diharapkan selesai dan klir  sesuai target, agar  bisa dinimati dan dimanfaatkan masyarakat. 


"Kalau kita sudah turun itu harus klir, tuntas sesuai RAP,  teknis pekerjaannya baik, dan progresnya sudah sesuai, dan kualitasnya juga baik. Agar tidak menjadi temuan BPK  soal kekurangan volume," tegas Sutirta, politisi Partai Golkar.


Reporter: Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan