Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Kasus Korupsi Pokmas, N.G.O Pasuruan Raya Teriakan Ketidak Adilan




Pasuruan-PaslineNews.

Sejumlah pentolan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Pasuruan Raya berorasi di depan kantor Mapolres Pasuruan Kota, Selasa (28/03/23).


Mereka meneriakkan ketidak adilan terkait kasus korupsi Pokmas di Kota Pasuruan yang menyeret tujuh orang terdakwa. 


Mereka menuding aparat penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan sudah berselingkuh dengan otak dibalik kasus korupsi tersebut. Tudingan itu diarahkan, karena yang ditangkap hanya berperan pembantu yang tidak paham masalah hukum. 


"Jika yang ditangkap hanya coro dan teri nya, maka kami menduga penyidik polisi dibeli  oleh koruptor. Aparat penegak hukum hanya menyentuh rakyat kecil hanya duit receh. Keadilan macan apa yang diberikan . Kita tidak perlu audiensi dengan Kapolres," tegas Lujeng, ketua NGO Pusaka


Dia juga mengancam akan mengepung   Mapolres Pasuruan Kota jika aparat kepolisian tidak bisa menguak dan menangkap otak intelektual kasus Pokmas tersebut.


"Jika Kepolisian tidak bisa mengungkap dan menangkap otak di balik kasus korupsi Pokmas, kami N.G.O se Pasuruan Raya akan mengepung Polres Pasuruan Kota," ancamnya.


Menurut Lujeng, otak dibalik kasus Pokmas selain 'P',  kalau ditelusuri akan menyeret kepada oknum anggota dewan.


Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LSM Cakra Berdaulat Imam Rusdian. Dia menduga kuat ada mafia peradilan. Sebab, mereka  yang  berkontribusi, tidak ada pasal, dan jika tidak berkontribusi ada pasal. "Ada semacam industri hukum," ucapnya.


Dia menambahkan, pemicu dari aksi  ini adalah rasa keprihatinan terhadap hukum yang diperankan secara tidak adil oleh penguasa hukum.


"Fakta dalam kasus Pokmas di Kota Pasuruan misalnya, bahwa yang ditangkap adalah mereka yang  tidak paham aturan. Menurut para istri, suami mereka tidak tahu tentang pokmas. Mereka hanya diberi uang Rp 2 juta itu hanya untuk upah," jlentrehnya.


Aksi berjalan singkat. Hanya ada orasi dari ketua-ketua N.G.O. Mereka sepakat menolak audiensi dengan Kapolres. Kemudian undur diri dengan teratur.


Aksi tersebut dikoordinir oleh Misbach ketua  LSM Gajah Mada Nusantara. Didukung, Imam Rusdian ketua LSM Cakra berdaulat , Lujeng Sudarta Ketua Pusaka, Asya'ri ketua GMBI distrik Pasuruan, Hanan ketua AMCD. Dan Lukman ketua Garda Pantura.


Reporter : Prabowo 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan