Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Format Laporkan Dugaan Manipulasi Data dan Laporan Pajak Sejumlah Perusahaan




Pasuruan-PaslineNews.

Laporan pajak sejumlah perusahaan tambang galian C di Pasuruan disinyalir dimanipulasi karena jauh dibawah penghasilan rielnya. Hal itu disampaikan oleh aktifis Format (Forum Rembuk Masyarakat) Pasuruan, Samiaji, ketika berdialog dengan pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pasuruan dalam aksi demonya, Senin (13/03/23).


Samiaji mengungkapkan, ada sekitar 50  perusahaan tambang di Kabupaten Pasuruan laporan pajaknya tidak sesuai dengan fakta penghasilannya. Menurutnya, ada sejumlah perusahaan tambang meraup penghasilan puluhan hingga ratusan juta setiap harinya, namun pajak yang dibayarkan setiap tahun sangat jauh di bawah dari potensi penghasilan rielnya. 


Dia juga menyesalkan ada lima perusahaan tambang yang luput menjadi wajib pajak. "Saya dengar petugas pajak ketakutan memungut pajak di perusahaan itu. Kalau seperti itu ya ganti saja petugasnya. Atau minta bantuan pengawalan aparat keamanan," tegasnya.


Tidak hanya perusahaan tambang, dia juga mengungkapkan terjadi manipulasi data laporan wajib pajak sejumlah perusahaan besar yang ada di Pasuruan. Seperti, perusahaan jasa kontruksi dalam laporannya dimasukan toko kelontong. Ada juga  perusahaan ritel besar berkedok koperasi. 


"Kami minta audit sejumlah perusahaan tambang, koperasi, perusahaan besar, dan aset milik pemerintah Kota dan Kabupaten Pasuruan," ujar Samiaji.


Usai memaparkan hasil temuannya, kemudian Format menyerahkan laporan sejumlah perusahaan termasuk 50 perusahaan tambang galian C yang disinyalir memanipulasi data dan laporan pajaknya, kepada Kepala KPP Pratama Pasuruan, Ismail.


Ismail berjanji akan meneliti laporan Format lebih jauh dan akan mencocokan dengan gali potensi di sejumlah perusahaan tersebut. "Aksi Format merupakan masukan bagi kami, dan sejumlah laporannya  akan kami masukan dalam IDLP (Informasi Data Laporan dan Pengaduan) dan segera kita sampaikan  ke Kantor Wilayah," ucapnya.



Reporter : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan