Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Ngurus Akte Kematian Gak Perlu Repot, Dispendukcapil Luncurkan Program Peti Kemas dan Lentera Makam

Penandatanganan MOU Dispendukcapil dengan lembaga terkait disaksikan Walikota, Wakil Walikota, Sekda dan Ketua DPRD Kota Pasuruan.



Pasuruan-PaslineNews.

Masyarakat Kota Pasuruan semakin dimanjakan dalam urusan kependudukan. Tidak perlu repot lagi ngurusi Akta Kematian.  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Pasuruan meluncurkan program anyar yang berlabel Peti Kemas dan Lentera Makam, di gedung Gradika Praja, Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Selasa (11/10/22).


Plt. Kepala Dispendukcapil Kota Pasuruan, Siti Mariam menuturkan, program Peti Kemas dan Lentera Makam merupakan pelayanan terintegrasi penerbitan Akta Kematian, sekaligus KK (Kartu Keluarga) baru yang sudah menghapus data yang meninggal dunia.


Kedua program tersebut sebetulnya sama-sama layanan penerbitan Akte Kematian tapi beda tempatnya.  Program Peti Kemas merupakan pelayanan terintegrasi Akta Kematian dengan RSUD. Jika ada warga kota pasuruan meninggal di RSUD dr. R Soedarsono, pihak kamar mayat akan menguruskan Akta Kematiannya. 


"Dari petugas kamar jenazah,  petugas Dispendukcapil akan mengambil berkasnya kemudian kami proses. Setelah jadi, langsung kami kirim  lewat WA (WhatsApp), maupun lewat kurir ke alamat bersangkutan. Semuanya ini tanpa biaya alias gratis. Penduduk tidak usah wirawiri lagi," ucap Siti Mariam dalam pidatonya di acara lounching tersebut.


Kemudian, lanjut Siti, program Lentera Makam, merupakan penerbitan Akte Kematian  bekerja sama dengan UPT Makam pada Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPRP). Ketika ada warga Kota Pasuruan yang meninggal dunia dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) yang dikelola pemerintah,  disediakan pelayanan penerbitan Akta Kematian. 


"Kami sediakan formulir ketika  ijin pemakaman, tinggal teken hasilnya akan muncul Akte Kematian dan KK (Kartu Keluarga) baru. Ada 8 TPU Yang dikelola pemerintah diantaranya, TPU Temenggungan, Purut dua,  Purut satu, Bugul Kidul, Gadingrejo, dan TPU Pohjentrek (makam Covid-19)," ujar Siti.


Lebih lanjut dia mengatakan, tujuan kedua program tersebut untuk percepatan penerbitan Akte Kematian dan perubahan KK baik di rumah sakit melalui program Peti Kemas maupun di UPT makam bagi warga yang meninggal diluar RSUD dr .R Soedarsono yang dimakamkan di TPU yang dikelola pemerintah melalui program Lentera Makam.


"Kami memberi layanan terbaik dengan memangkas birokrasi tapi tetap berpegang pada regulasi.Sehingga tidak ada lagi warga meminta surat kematian untuk pengurusan Akta Kematian," jelasnya.


Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, BPJS dan KPU ,serta lembaga lainnya. "Jika ada warga Kota Pasuruan yang meninggal dunia di RSUD dr R Soedarsono, kami laporkan ke Dinas Kesehatan dan BPJS agar datanya di off kan biar tidak menjadi beban APBD. Penghapusan data orang yang meninggal dunia juga secara otomatis merubah data base kami yang digunakan KPU untuk kepentingan pemilihan umum," jlentrehnya.


Peluncuran program Peti Kemas dan Lentera Makam dibuka oleh Wali Kota Pasuruan, Drs.H Saifullah Yusuf. Dalam pidatonya, Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf sangat menghargai upaya percepatan pelayanan kependudukan oleh Dispendukcapil. Menurutnya, Dispendukcapil dinas yang paling inovatif dalam memberi layanan masyarakat.


"Saya bangga dengan program-program layanan yang diluncurkan Dispendukcapil. Saking banyaknya sampai saya lupa apa saja program pelayanan itu. Hari ini, yang paling baru, ada program layanan Akta Kematian yang dikemas dalam program Peti Kemas dan Lentera Makam. Dengan program ini diharapkan  bermanfaat bagi masyarakat, dan juga akan membawa urusan kependudukan kita  menjadi lebih baik," kata Gus Ipul.


Wartawan : Prabowo.


Komentar

  1. Masuk pak eko. Mugi mugi warga cepat tanggap dan merespon program pemerintah kota.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan