Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Pemkot Pasuruan Bedah 262 RTLH

Wali Kota Pasuruan, Drs.H. Saifullah Yusuf, menyerahkan bantuan sosial RTLH secara simbolis kepada KPM



PaslineNews

Sebanyak 262 rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan Kota Pasuruan mendapat bantuan bedah rumah dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Pasuruan.


Bantuan diserahkan simbolis oleh Wali Kota Pasuruan, Drs. H. Saifullah Yusuf kepada perwakilan KPM (Keluarga Penerima Manfaat), dalam acara Penyerahan Bantuan Sosial Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Tahun Anggaran 2022 oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Kota Pasuruan, di Gedung Gradika, Senin (11/07/22).


Kepala Dinas PRKP Kota Pasuruan, Diah Permitasari dalam pidato laporannya mengatakan, 262 RTLH yang mendapat bantuan sudah memenuhi sejumlah syarat dan kreteria. Yakni, warga negara Indonesia, sudah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah secara sah  sesuai dengan tata ruang, belum memliki rumah atau memiliki satu rumah yang tidak layak huni, sudah masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) tahun 2021, dan belum menerima bantuan serupa dalam 10 tahun terakhir.


"Pada awalnya daftar RTLH yang masuk sebanyak 270. Namun setelah dilakukan survei dan verifikasi, yang lolos sebanyak 262 RTLH. Bantuan tersebut tersebar di 34 kelurahan, dan dikerjakan mulai bulan Juli 2022 hingga enam bulan kedepan. Rumah yang akan diperbaiki nanti harus sesuai dengan standar keamanan, kesehatan dan standar kecukupan ruang," ujar Permitasari.


Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 17,5 juta. Ro 12,25 juta untuk belanja material, dan sisanya Rp 5,25 juta untuk ongkos pekerjaan. Total dana yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp 4.,585 milyar. Seluruhnya berasal dari anggaran APBD Kota Pasuruan. 


Mekanisme pencairan dana, dana langsung ditransfer ke rekening KPM by name. Setelah masuk, dana sebesar Ro 12,25 juta langsung ditransfer ke toko penyedia material yang telah ditunjuk kelompok KPM. 


"Untuk belanja material dananya hanya lewat saja di rekening KPM, karena langsung ditrasfer ke toko penyedia material. Dan sisanya untuk ongkos rukang, langsung masuk ke KPM. Tujuannya, untuk mancing agar KPM mau menambah volume perbaikan rumahnya," jlentreh Permitasari.


Dia menambahkan, masih ada sebanyak 1213 RTLH tersisa yang akan digarap bertahap setiap tahunnya. Menurutnya, tahun depan pihaknya menarget 300 an RTLH, sesuai kemampuan anggaran dan sumber dana lainnya.


Ditempat yang sama, Wali Kota Pasuruan, Drs.H Saifullah Yusuf dalam pidatonya mengatakan, pemerintah sedang fokus untuk menuntaskan masalah RTLH. Meski dengan anggaran yang kecil,  percepatan perbaikan RTLH harus diupayakan. "Sebanyak 1213 RTLH harus dituntaskan, kita harus mencari strategi apakah kerjasama dengan swasta atau provinsi, mungkin juga dengan pemerintah pusat menggunakan APBN," ucapnya.


Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, manfaat perbaikan RTLH itu berdampak kepada dua hal. Yaitu, Fokus dan lokus. Fokusnya adalah menyasar orangnya dan keluarganya. Sementara lokusnya adalah  daya dukung infrastrukturnya. 


"Manusianya itu tidak bisa lepas dari infrastruktur atau  sarana dan prasarana. Nomer satu adalah toilet. Banyak yang tidak sadar kalau toilet ini menentukan kehidupan kita.  stunting misalnya, itu penyebabnya, salah satunya adalah toliet yang tidak layak. Artinya, tingkat kebersihan toilet berdampak langsung pada kesehatan  para penghuninya," ujar Gus Ipul.


Bantuan sosial perbaikan RTLH, lanjut Gus Ipul, juga membawa dampak pada pemberdayaan masyarakat. Sebab, bedah RTLH dilaksanakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat yang ditunjuk oleh kelompok KPM.


"Harapannya, konsep swadaya yang memasukan unsur gotong royong,  semuanya dapat terlibat dan hasilnya, tidak hanya senilat 17,5 juta, tapi bisa lebih besar," jelas Gus Ipul.



Wartawan : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan