Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Gus Ipul Tuding Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Penyumbang Nilai Terendah Indeks Inovasi Daerah Kota Pasuruan

Wali Kota Pasuruan, Drs. Saifullah Yusuf saat menyampaikan Jawaban Eksekutif Terhadap Pandangan Umum Fraksi di DPRD Kota Pasuruan .

Pasuruan-PaslineNews

Kota Pasuruan yang dinilai kurang inovatif oleh Kementrian Dalam Negeri, membuat Wali Kota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf meradang. Dia terang-terangan  menuding dua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan penyumbang nilai terendah dalam pengukuran indeks inovasi daerah oleh Kementrian Dalam Negeri.


Hal tersebut disampaikan oleh Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf ditengah menyampaikan Jawaban Eksekutif Terhadap  Pemandangan Umum Fraksi atas Empat Raperda pada rapat paripurna ke-2, DPRD Kota Pasuruan, Jumat (27/05/22).


Saifullah Yusuf menyebut, Dinas Pendidikan Kota Pasuruan tidak memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baik. Sehingga pelayanan tidak berjalan maksimal. "Guru yang mau ngurusi sesuatu ke dinas tidak bisa cepat selesai karena tidak ada SOP nya," ucapnya.


Oleh sebab itu, lanjutnya, dirinya akan lebih sering mendatangi kantor Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. "Saya akan sering datang ke dua kantor itu dua sampai tiga kali dalam seminggu," tegas Sekjen PB NU ini.


Diketahui, Penilaian Kemendagri tentang indeks inovasi daerah provinsi, kabupaten, Kota, tahun 2021, yang dirilis pada pertengahan bulan Mei lalu,  menempatkan Kota Pasuruan berada di urutan ke-83 dari 93 kota di Indonesia. Skor yang didapat Kota Pasuruan 13,60 dengan predikat sebagai kota yang kurang inovatif.


Wartawan : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan