Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Berkat Komunikasi Dengan Walimurid, Vaksinasi Anak di SDN Kebotohan Mencapai 97% Lebih.


Joko Sasmito mendampingi anak didiknya vaksin dosis dua


Pasuruan-PaslineNews.

Joko Sasmito, Kepala Sekolah SDN Kebotohan memiliki cara jitu untuk meningkatkan capaian vaksin anak usia 6-11 tahun di sekolah dasar yang dipimpinnya. Yang dilakukannya adalah, menjalin komunikasi dengan walimurid, berdiskusi tentang pentingnya vaksin untuk menangkal tubuh dari virus korona.


Hal tersebut disampaikan Joko Sasmito usai pelaksanaan vaksinasi oleh Nakes dari Puskesmas Ngempit berkolaborasi dengan Badan Intelejen Negara Daerah Jawa Timur, di SDN Kebotohan, Desa Kebotohan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Selasa (08/02/22).


Memurut Joko, awal pelaksanaan vaksin, ada beberapa walimurid yang tidak mengijinkan anaknya divaksin. Alasannya  bermacam-macam, ada yang beralasan anaknya sakit dan ada juga yang alasannya tidak jelas." Alasan walimurid yang masuk akal bisa kita maklumi seperti anaknya sakit atau menjalani proses penyembuhan setelah mengalami sakit. Tapi ada juga walimurid yang beralasan takut karena pengaruh informasi hoax di media sosial. Alasan yang kedua inilah yang harus kita luruskan dengan memberi pemahaman melalui komunikasi diskusi," ujarnya. 


Sebelumnya, penolakan orang tua murid mencapai 7% sampai 8 %. Namun setelah melalui proses komunikasi diskusi, orang tua murid bisa menyadari dan mengijinkan anaknya divaksin." Alhamdulillah, saat ini semua walimurid mengijinkan anaknya divaksin. Dan hari ini sebanyak 200 an anak menjalani suntikan vaksin dosis dua. Yang belum menjalani vaksin dosis pertama hari ini juga diikutkan sekalian. Dan hari ini yang badannya kurang sehat akan ikut vaksin di fasilitas kesehatan terdekat di kemudian hari," terang Joko usai giat vaksinasi.


Peliput : Mulyo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan