Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Masalah Lumbang Berakhir Damai Di Meja Mediasi




Pasuruan-PaslineNews.

Masalah yang dipicu kesalah pahaman yang berujung pengusiran oleh warga Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan terhadap tujuh orang asal Kota Pasuruan, Minggu (26/11) berakhir damai dimeja mediasi.


Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati menjelaskan, masalah yang dipicu kesalahpahaman tersebut sudah selesai dan berakhir damai, setelah dilakukan mediasi di kantor Bakesbang Kabupaten Pasuruan di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Selasa (28/12). 


"Kedua belah pihak hadir, baik dari tujuh orang terusir maupun perwakilan  masyarakat Desa Wonorejo. Disaksikan Kapolres Pasuruan  AKBP Erick Frendriz, dan Dandim 0819 Letkol Inf. Nyarman, keduanya  saling memaafkan," jelas Tectona.


Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Pasuruan, Saiful Anam mengatakan, masalah tersebut sudah selesai. Kedua belah pihak saling mohon maaf dan saling memaafkan.  "Sejak hari ini dan seterusnya keduanya saling berjanji akan lebih baik menjalin komunikasi dan koordinasi bila ada hal yang akan dilaksanakan bersama-sama," jelasnya.


Saiful juga berharap insan pers ikut menyejukkan suasana sehingga kondusifitas Pasuruan tetap dijaga. "Karena semuanya tanggung jawab bersama, tidak hanya kami tapi semua pihak, dan ikut berperan  dalam menjaga kondusifitas Pasuruan," ucap Saiful Anam di depan awak media usai proses mediasi.


Pernyataan Saiful Anam  tersebut didukung oleh Pendeta Purwanto dari Bamag (Badan Musyawarah Antar Gereja) Kabupaten Pasuruan. "Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak terkait dalam  penyelesaikan masalah yang didasari kesalah pahaman ini, dan berakhir dengan kebaikan. Saling memaafkan, saling mengikhlaskan dan bersama menjaga kondusifitas Pasuruan dalam damai sejahtera," kata Purwanto.


Masalah pengusiran tersebut menjadi viral di media sosial. Setelah vidio yang diunggah akun instagram @raima_inchess meggambarkan pengusiran tujuh orang oleh warga Desa Wonorejo. 


Camat Lumbang, Purwo Putra.A yang hadir dalam mediasi mengatakan,  kejadian tersebut murni salah paham.  Rombongan  tujuh orang yang beragama Kristiani bertamu ke rumah temannya di Desa Wonorejo mengaku  hendak melakukan bakti sosial dengan berbagi bingkisan kepada temannya dan anak-anak kecil.


Kemudian, beredar kabar  bahwa rombongan tersebut hendak merayakan Natal di desa itu yang kemudian mendapat penolakan warga. Tidak ada kekerasan fisik di kejadian itu.


"Kejadian ini sangat disayangkan, lain cerita jika tamu yang hendak melakukan bakti sosial kulo nuon memberitahukannya dulu ke pihak desa, " kata Purwo.


Wartawan: Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan