Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Madinah Mart Layani Publik Kota Pasuruan Berbelanja Kebutuhan Sehari-Hari

Armada Madinah Mart dilepas Wali Kota Pasuruan Drs.H. Saifullah Yusuf, siap antar pesanan konsumen.



Pasuruan-PaslineNews.

Program anyar Pemerintah Kota Pasuruan yang diberi label Madinah Mart diluncurkan oleh Wali Kota Pasuruan Drs.H. Saifullah Yusuf di Pendopo Surga-Surgi Kota Pasuruan, Senin (02/08/21). 

Menurut Saifullah Yusuf, Program Madinah Mart tersebut dirancang untuk menjembatani antara penjual dan pembeli di tengah wabah Covid-19. Dengan memanfaatkan tekonologi informatika, Dinas Pasar Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan membuat sebuah aplikasi yang diberi nama Madinah Mart. Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui media sosial Instagram, WhattApp dan telepon seluler.

Melalui aplikasi tersebut masyarakat bisa memesan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari seperti, sayur, telor, gula, beras dan bahan pangan lainnya dengan harga sesuai pasar. Barang pesanan langsung diantar sampai kerumah pemesan dan bayar ditempat atau cash on delivery (COD).

"Program Madinah Mart ini sudah diujicoba selama sebulan. Alhamdulillah mendapat respon positif dari masyarakat. Saat ini masyarakat memiliki minat untuk mendapat pelayanan melalui teknologi yang lebih cepat, murah, dan tepat waktu," ucap Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf.

Kepala Dinas Pasar Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, Yanuar Afriyanto menuturkan, program Madinah Mart merupakan program melayani masyarakat untuk belanja kebutuhan pangan sehari-hari melalui aplikasi internet. Sedangkan barang kebutuhan pokok dipasok dari pedagang di pasar-pasar di Kota Pasuruan, seperti, Pasar Besar, Pasar Kebonagung, Pasar Gading dan Pasar Karangketug.  

"Di setiap pasar ada empat orang petugas Madinah Mart. Satu orang bertugas sebagai tenaga administrasi, satu orang bertugas belanja atau kulakan barang, satu orang lagi bertugas mengirim barang pesanan alias kurir dan satu kurir cadangan. Kedepan, Madinah Mart akan dikembangkan bekerjasama dengan ojol. Saat ini kurirnya masih menggunakan petugas pasar," papar Yanuar.

Mekanisme belanja melalui Madinah Mart, lanjut Yanuar, sama dengan belanja barang di aplikasi internet lainnya. Petugas yang menerima order menyampaikan kepada pemesan informasi harga barang-barang yang dipesan sesuai harga di pasar, dan setiap pengiriman dikenakan ongkos kirim sebesar Rp 7 ribu. Setelah sepakat, barulah barang diantar ke rumah pemesan.

"Program Madinah Smart membantu masyarakat Kota Pasuruan berbelanja barang kebutuhan pokok dengan cepat, murah,  dan tidak perlu kepasar. Barang akan diantar hingga pintu rumah pemesan dan timbangannya dijamin pasti pas," pungkasnya.


Wartawan : Prabowo.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan