Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Rumah Sakit Purut Resmi Memiliki Layanan Cuci Darah

 

Walikota Pasuruan Drs.H.Saifullah Yusuf meresmikan Unit Hemodialisa RSUD dr.R.Soedarsono


Pasuruan-PaslineNews.

Layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.R.Soedarsono Kota Pasuruan kini bertambah satu lagi, setelah layanan Unit Hemodialisa diresmikan oleh Wali Kota Pasuruan, Drs.H Saifullah Yusuf, Rabu (03/0621).

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab H. Saifullah Yusuf, Unit Hemodialisis atau layanan cuci darah bagi penderita ginjal kronis ini akan melayani warga Kota Pasuruan dan sekitarnya agar tidak perlu jauh-jauh cuci darah keluar kota. "Warga Kota Pasuruan penderita ginjal kronis tidak perlu jauh-jauh cuci darah ke rumah sakit di luar kota, bisa cuci darah di sini (RSUD.dr R.Soedarsono). Apalagi Kota Pasuruan sudah UHC (Universal Healt Covered) yakni, 97% warga Kota Pasuruan diikutkan menjadi peserta BPJS. Tinggal tunjuk KTP Kota Pasuruan, pasien sudah bisa dilayani, "ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, Unit Hemodialisis tersebut dibangun pada tahun 2018 lalu. Pada tahun 2020 bangunan, fasilitas dan peralatan medis seperti mesin cuci darah, serta tenaga medisnya sudah ada, namun belum bisa dioperasionalkan.

"Setelah saya dan mas Adi Wibowo dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan, segera membuat langkah percepatan. Saya hubungi pihak rumah sakit dr. Soetomo Surabaya untuk segera merefresh (update ilmu dan update ketrampilan) tenaga medis Unit Hemodialisa RSUD dr.R.Soedarsono. Sebab, inilah yang menjadi pokok masalahnya. Semenjak wabah corona merebak, RSUD dr.Soetomo tidak menyelenggarakan refresh tenaga medis hemodialisis. Alhamdulillah, permintaan kami dikabulkan, dan tenaga medis  Hemodialisis bisa mengikuti refresh di rumah sakit dr. Soetomo," jlentrehnya.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, setelah layanan unit Hemodialisis diresmikan, manajemen rumah sakit harus melengkapi hal yang diperlukan dan melakukan cek mesin hemodialis dan peralatan lainnya agar bisa segera menerima pasien. "Saya minta setelah diresmikan harus segera tuntaskan dan segera menerima pasien," tegasnya.

Plt.Direktur RSUD dr.R.Soedarsono, dr Burhan, MMRS. mengatakan, setelah diresmikan, pihaknya akan melakukan uji mutu mesin dan peralatan hemodialisis. Dia menarget akhir bulan Juni ini layanan Unit Hemodialisis yang berada disisi Utara rumah sakit Purut baru bisa menerima pasien. "Pelayanan hemodialisis merupakan pelayanan yang beresiko tinggi, untuk mulai beroperasionalnya pelayanan, masih diperlukan uji mutu. Target kami, akhir bulan Juni baru bisa menerima pasien,"jelasnya.

Lebih lanjut Burhan mengatakan, terwujudnya pelayanan Unit Hemodialisis dilatarbelakangi tingginya penderita penyakit ginjal kronis. Penyumbang terbesarnya  berasal dari  tingginya penderita diabetus militus atau kencing manis yang harus diantisipasi komplikasi terjadinya penyakit ginjal kronis. Menurut data dari Pernefri 50 % lebih penderita diabetes akan jatuh pada penyakit ginjal kronis.

Menurut data Pernefri, tingginya jumlah kasus ginjal kronis di seluruh Indonesia  setiap tahunnya meningkat dua kali lipat. Dan sebanyak 0,8% pasien diabetus mengalami gagal ginjal kronis stadium terminal yang memerlukan tindakan hemodialisis. Di Kota Pasuruan yang berpenduduk 210.247 jiwa, pada tahun 2020 warga yang menderita penyakit gagal ginjal kronis yang memerlukan tindakan hemodialisis sebanyak 24 pasien. Pada tahun 2021 sampai bulan Mei saja, sebanyak tujuh pasien yang harus diberi tindakan hemodialisis.

"Data Pernefri menyebutkan, di Pasuruan Raya membutuhkan 428 unit mesin hemodialisis. RSUD Bangil masih memiliki 36 unit. Atas kondisi tersebut RSUD dr.R.Soedarsono Kota Pasuruan mengembangkan jenis pelayanan hemodialisis, sebagai upaya memfasilitasi dan memberi terapi bagi penderita penyakit ginjal kronis untuk warga Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan kawasan timur. Untuk itu, dari empat buah mesin hemodialisis yang ada ini, kedepan akan kami tambah sebanyak 10 hingga 20 mesin lagi. Dan kami optimis layanan Unit Hemodialisis akan menjadi layanan unggulan RSUD dr.R Soedarsono," urainya.


Wartawan : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan