Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Sharing Komisi 1 dengan Guru SMPN 8 Kota Pasuruan, Ungkap Berbagai Persoalan Dunia Pandidikan

Sharing Komisi-1 dengan tenaga pendidik SPMN-8 Kota Pasuruan. 



Pasuruan-PaslineNews

Komisi -1 DPRD Kota Pasuruan melakukan kunjungan kerja ke UPT SMPN 8 Kota Pasuruan, Kamis (14/01/21). Kunjungan tersebut dikemas dalam acara Wosrkshop Peningkatan Kompetensi Desain Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19. Diikuti oleh tenaga pendidik SMPN-8, acara tersebut menjadi ajang sharing terkait masalah pembelajaran di masa pandemi, fasilitas sekolah, dan masalah guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT).

Menurut anggota komisi-1, R. Iman Joko Sih Nugroho, dalam kunjungan tersebut, komisi-1 ingin mendengar secara langsung aspirasi dari para guru baik yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) ataupun yang GTT/PTT. Hasil dari kunjungan komisi-1 tersebut akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan dunia pendidikan kedepan. 

"Untuk menyelesaikan berbagai masalah pendidikan , butuh kolaberasi dan kerjasama stakeholder dunia pendidikan. Dan itu bisa jalan kalau data-data yang masuk lengkap. Karena banyak orang memiliki perbedaan pemahaman bermacam persoalan dunia pendidikan. Dan hari ini komisi 1 bisa nyambangi SMP-8 untuk sharing dan mendapat berbagai informasi di dunia pendidikan. Komisi-1 akan terus berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya yang menyangkut bidang pendidikan agar kedepan anggaran dibidang pendidikan bisa mencapai 20% dari APBD sesuai amanah UU, " jlentreh Imam. 

Pernyataan Imam tersebut mendukung apa yang sudah disampaikan ketua Komisi-1, Sutirta, bahwa kehadiran komisi-1 di SMPN-8 dalam rangka mencari solusi bermacam masalah di dunia pendidikan.  Seperti masalah perawatan gedung sekolah, bagaimana mekanismenya, yang jelas perawatan gedung harus dilakukan berkala agar kejadian memilukan ambruknya bangunan sekolahan SDN Gentong tidak terulang kembali. 

Masalah honorarium GTT/PTT, juga menjadi perhatian komisi-1. Sebab, sekolah membutuhkan tenaga GTT akibat semakin berkurangnya guru PNS karena pensiun. Sedangkan pengadaan guru dari PNS masih sangat kurang dari kebutuhan. Yang terakhir, masalah proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19. Memang belum jelas kapan pandemi akan segera berakhir. Namun, proses belajar mengajar harus terus jalan meski melalui pengajaran dengan daring. Tapi masalahnya, masih ada siswa yang tidak memliki HP (hand phone) dan paket data. 

"Menyelesaikan permasalahan pendidikan perlu sinergitas antar stakeholder. Tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, karena sifatnya saling mendukung. Seperti peran DPRD Kota Pasuruan melalui komisi-1 akan mendorongnya dari sisi anggaran. Semua itu butuh proses tidak seperti membalikan telapak tangan, " ucap  Sustirta. (B.). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan