Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Forkopimda Dan Tokoh Masyarakat, Mengawali Vaksinasi Masal Di Kota Pasuruan




Pasuruan-PaslineNews

Suntikan vaksin Corona Sinovac kepada Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo bersama pejabat Forkopimda dan tokoh masyarakat mengawali pemberian vaksin masal untuk masyarakat Kota Pasuruan. Pemberian vaksin dilakukan oleh petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, di ruang Suropati, sekretariat Pemerintah Kota Pasuruan, Kamis (28/01/21) 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena menuturkan, pemberian vaksin di Kota Pasuruan diawali oleh 10 pejabat publik dari Forkopimda dan tokoh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin yang diberikan aman dan halal. Sebab, vaksin Corona Sinovac itu sudah diuji di BPOM dan mendapat sertifikat halal dari MUI. Jika dilihat dari jumlah kasus, vaksin Corona Sinovac sangat aman. Kasus yang muncul hanya 0,1 hingga 1 % dari total orang yang divaksin Corona Sinovac. 

"Vaksin yang kami berikan sudah teruji aman dan halal. Tidak ada efek samping apapun hanya ada efek ringan seperti nyeri dan bengkak dibagian tubuh yang disuntik, mungkin disertai demam dan lemas. Tapi itu terhitung normal. Kalau efek ringan itu muncul cukup dikompres dengan air hangat di bagian yang nyeri atau bengkak. Jika disertai demam, cukup di beri obat penurun panas. Walau vaksin ini aman, saya himbau kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, dengan memakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak, " tuturnya.

Shierly menambahkan, vaksin akan diberikan dua kali. Suntikan kedua akan diberikan setelah 14 hari dari suntikan pertama. " Sepuluh orang yang divaksin hari ini akan disuntik vaksin lagi setelah empat belas hari dari sekarang tepatnya tanggal 11 Februari 2021 nanti, " terang Shierly. 

Untuk Vaksinasi masal, lanjut Shierly, akan dimulai hari Jumat (29/01/21). Diawali dari petugas medis, berikutnya manula kemudian masyarakat umum. "Mekanismenya, masyarakat akan mendapat informasi melalui SMS 11 yang berisi tentang tempat fasilitas kesehatan  dan jam penyuntikan vaksin. Bagi masyarakat yang tidak memiliki fasilitas HP nantinya akan dihubungi petugas kelurahan melalui RT/RW, " Tutup Shierly. 

Wali Kota Pasuruan Definitif, Raharto Teno Prasetyo mengungkapkan, suntikan vaksin Corona sinovac terhadap dirinya tidak terasa sakit. Dia yakin vaksin tersebut aman dan halal. "Rasanya tidak sakit. Dan tidak perlu takut. Sebab, vaksin ini sudah teruji aman dan halal. Saya himbau kepada seluruh warga Kota Pasuruan, jangan takut divaksin. Vaksin Corona Sinovac ini aman. Dengan vaksinasi inilah akan dapat menekan pandemi Covid-19 dan sendi-sendi kehidupan kita akan segera pulih, " yakinnya(B.). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan