Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Drive Thru Ala SMPN 8 Kota Pasuruan, Pengambilan Raport Cepat Dan Aman Dari Penularan Covid-19

Pengambilan Raport tanpa turun dari kendaraan (drive thru) 



Pasuruan-PaslineNews

Drive thru menjadi pilihan SMPN 8 Kota Pasuruan dalam melayani pengambilan raport siswanya ditengah pandemi Covid-19, pada semester ganjil kalender pendidikan tahun 2020. Sebuah langkah inovatif untuk menekan penyebaran virus corona dengan  menghindari kerumunan orang tapi pembagian raport terus jalan. 


Layanan drive thru atau layanan cepat tanpa harus turun dari kendaraan ala SMPN 8 ini, terbukti ampuh  menekan kerumunan orang. Wali murid yang mengendarai kendaraan roda dua tidak perlu ribet naik turun dari kendaraannya.  Mulai masuk gerbang sekolah, sudah ada petugas yang mengarahkan untuk cuci tangan dan deteksi panas tubuh. Kemudian, menuju ke meja absen, sebanyak tujuh meja absen kelas yang ditata  berjajar. Ada jarak diantara dua meja untuk akses jalan menuju meja pengambilan raport yang berada di belakangnya. Meja pengambilan raport  yang di jaga oleh wali kelasnya masing-masing, juga ditata sedemikian rupa untuk memudahkan wali murid  mengambil raport dan terus pulang lewat pintu belakang sekolah yang berada disisi selatan. 


Proses pengambilan raport model drive thru tersebut sangat mempersingkat waktu. Mulai dari pintu masuk hingga keluar dari sekolahan, hanya memakan waktu sekitar tiga menit. Namun, masih saja ada wali murid yang turun dari kendaraannya dan berjalan menuju meja pendaftaran dan meja penerimaan raport. Beberapa wali murid yang turun dari motornya ketika di tanya wartawan media ini mengaku sungkan (segan) mengendarai motor diareal sekolahan, meski sudah mengetahui model drivethru lewat WA grup walimurid. "Sungkan mas kalau naik motor di sekolahan. Kan banyak guru, " ujar salah satu wali murid. 


Kepala sekolah SMPN 8, Mudayani, S.Pd., M. Pd., menuturkan, pengambilan raport berkonsep drive thru, terinsipirasi pelayanan drive thru di kantor Samsat. "Ide ini muncul  ditengah ganasnya corona, tapi raport siswa  harus di bagikan. Saya Terinspirasi layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat dengan cara drive thru. Bayar pajak kendaraan bermotor tidak perlu turun dan praktis, mudah dan cepat, " ujar Mudayani di ruang kerjanya UPT SMPN 8, Selasa (21/12)..


Lebih lanjut Mudayani menambahkan, layanan pengambilan raport dengan drive thru dilaksanakan selama tiga hari, mulai hari Senin (21/12) hingga hari Rabu. Hari Senin pengambilan raport untuk siswa kelas 7, hari Selasa untuk kelas 8, dan hari Rabu untuk kelas 8. Waktu pengambilannya pun juga di bagi sesuai nomor absensi murid. Nomer absen 01 hingga16 mengambil raport jam 8.00 - 09.30 WIB. Jam 10.00 -11.20 WIB untuk nomer absen 17 -32. "Tapi praktiknya jam sebelas sudah  tuntas semua, karena prosesnya lebih cepat. Model drive thru ini rencananya akan digunakan selagi pandemi corona," ucapnya. 


" Selagi pandemi corona, model drive thru akan tetap dipakai. Namun, kalau situasi normal, kami laksanakan seperti biasa. Sebab, untuk kelas 7 harus ada sosialisasi terkait dengan pembelajaran dan psikologis siswa. Karena proses belajar mengajar di SD berbeda dengan di SMP. Kalau di SD, guru kelas mengajar seluruh mata pelajaran. Tapi di SMP,  satu mata pelajaran satu guru. Terkait pengambilan raport model drive thru, mudah-mudahan bisa menjadi pilihan dan referensi sekolah lain untuk memakainya," tutup Mudayani. (B.). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan