Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Pasuruan Kota Bersih Di Depan Mata. Tingkat Kesadaran Warga Kota Pasuruan Untuk Tidak Buang Hajat Di Sembarang Tempat Sebesar 94,3%

Di Kota Pasuruan, jamban helikopter sudah sulit ditemui. (Kanan) Bantuan pemerintah, jamban individu dan jamban komunal. 


Pasuruan-PaslineNews. 

Membangun masyarakat dengan pola hidup bersih dan sehat tidaklah mudah. Namun, dengan kerja keras dari semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat dan stake holder lainnya, Kota Pasuruan  selangkah lagi menjadi kota sehat dan bersih. Salah satu indikatornya adalah sudah hampir tidak ada orang buang air besar di sembarang tempat atau ODF (Open Defecation Free). Masyarakat yang sudah sadar tidak membuang air besar di sembarang tempat (ODF) sudah mencapai 94,3%.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan  Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Pasuruan, Diah Permitasari menuturkan, ada delapan belas kelurahan sudah mencapai 100% ODF, lima belas kelurahan mencapai 75-99% ODF dan satu kelurahan mencapai 72,25% ODF, yaitu Kelurahan Kebonsari. 

Langkah dan strategi pemerintah  mewujudkan masyarakat  berbudaya bersih dan sehat dilakukan melalui kelompok kerja PKP  (Pengembangan Kawasan Permukiman) yang terdiri dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah ( OPD). Program percepatan target 100 % akses sanitasi terus ditingkatkan. Untuk itu diperlukan dukungan data, dana, dan desain. Hal itu dilakukan pemerintah setelah berakhirnya kegiatan bantuan dari pemerintah pusat melalui IWINS (Initiatives for Watsan Improvement Through Networking Support), terkait, sekolah lapangan. 

Untuk kegiatan pemenuhan sarana dan prasarana sanitasi berupa pembangunan jamban individu dan komunal, serta IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah), pemerintah menggunakan dana dari APBD, DAK dan Dakel (Dana Kelurahan). "Guna percepatan akses jamban, setiap penerima RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) wajib membangun jamban jika belum memliki akses sanitasi (jamban), " ucap Permitasari, Rabu (04/11). 

Selain pembangunan fisik, lanjut Mita, pemerintah juga melakukan kegiatan sosialisasi budaya hidup bersih dan sehat." Selain sosialisasi secara berkala melalui kader lingkungan (Dinas Kesehatan), pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan (DLHKP), menggelar lomba Kampung Hebat  yang mana salah satu aspek penilainnya terkait akses jamban serta tidak adanya jamban terbang di sepanjang bantaran sungai, "tutup Diah Permitasari. (B.). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan