Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Sejumlah 211 KPM Terima BLT Dampak Covid-19 Dari Dana Desa Pleret

 



Pasuruan-PaslineNews. 

Sebanyak 211 warga Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, menerima bantuan  langsung tunai (BLT) dampak Covid-19 dari dana Desa Pleret, di Pendopo Desa Pleret, Kamis (15/10). Masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 300 ribu setiap bulan. 

M. Soleh, ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) menerangkan, pencairan dibagi tiga bagian (tahap). Bagian pertama meliputi bulan April, Mei dan Juni, sudah dicairkan. Bagian ke-2 meliputi bulan Juli, Agustus dan September, sedang proses pencairan. Bagian ke-3 bulan Oktober, November dan Desember, belum dicairkan. 

"Hari ini (15/10), merupakan pencairan bagian ke-2  untuk bulan Juli. Pencairan untuk bulan Agustus akan dicairkan minggu depan dan seminggu kemudian pencairan untuk bulan September. Pola yang sama akan dipakai di pencairan bagian 3 meliputi pencairan bulan Oktober, November dan Desember," terang Soleh. 

Kepala Desa Pleret, Agus Supriyono mengatakan, besaran nominal pencairan bagian ke-2 dan ke-3 berbeda dengan pencairan pada bagian pertama. Pada pencairan bagian pertama, jumlah KPM sebanyak 150 keluarga. Setiap KPM menerima bantuan langsung tunai sebesar Rp 600 ribu setiap bulan, selama tiga bulan. Sedangkan di bagian kedua dan tiga sebesar Rp 300 ribu setiap bulan. 

Perbedaan jumlah penerima dan besaran nilai bantuannya disebabkan adanya kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah pusat mengeluarkan intruksi agar setiap desa memaksimalkan jumlah KPM bantuan dampak Covid-19, sesuai dengan besar kecilnya DD yang diterima desa. Desa boleh menggunakan DDnya sebesar 25 % dari DD dibawah Rp 800 juta; 30% dari DD sebesar Rp 900 juta hingga Rp 1 milyar; dan 35% dari DD diatas Rp 1 milyar. 

"Alhamdulilah, di Desa Pleret, BLT dampak Covid-19 yang memggunakan DD sudah maksimal kami berikan. Sebanyak 30% dari DD Pleret sebesar Rp 900 juta,  kami salurkan kepada 211 KPM. Kalau ini berlanjut di tahun 2021, saya pastikan, akan kami berikan maksimal kepada KPM. Dan saya pastikan mendapat persetujuan BPD," Terang Agus didampingi M. Soleh. 

Bantuan untuk dampak wabah Covid -19 dengan menggunakan DD ini, mengkaver keluarga penerima manfaat yang tidak masuk diprogram bantuan dari pusat, provinsi maupun daerah kota/kabupaten.

Mekanismenya, melalui usulan nama-nama KPM dari RT-RW. Kemudian di verifikasi dan dirangking sesuai daftar kelayakan penerima bantuan. "Data KPM yang saat ini menerima bantuan sudah melewati proses verifikasi dan rangking tertinggi dari daftar warga yang layak mendapat bantuan," tutup Soleh. 

Warga penerima manfaat sangat bersyukur mendapat bantuan tersebut. Seperti yang disampaikan oleh khusaeri(75). " Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti untuk saya. Bisa untuk membeli beras. Saya ucapkan terima kasih kepada pak Agus, semoga diberi kesahatan dan panjang umur," kata Khusaeri. 

Warga lainnya, Mushuda (50) , bersyukur mendapat bantuan ini. Uangnya akan dibelikan kebutuhan pokok. Dan berharap berlanjut hingga tahun depan. " Uang ini akan kami belanjakan sembako. Dan saya berharap, bantuan seperti ini terus ada sampai tahun depan," harapnya.(B.). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan