Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Fasilitasi Tim Pakem 2020, Bangun Masyarakat Lebih Harmonis



Pasuruan-PaslineNews. 

Upaya pemerintah Kota Pasuruan untuk membangun harmonisasi masyarakatnya semakin diperdalam. Diantaranya, dengan menggelar kegiatan Fasilitasi Tim Pakem 2020, Pengawasan Aliran Kepercayaan dan  Aliran keagamaan Dalam Masyarakat, oleh Badan Keselamatan Bangsa-Politik (Bakesbangpol) Kota Pasuruan, dengan tema, 'Penguatan Kapasitas Penghayat Terhadap Tuhan Yang Maha Esa', di salah satu resto di Kota Pasuruan, Rabu (21/10). 

Sejumlah warga paguyuban Kaweruh Batin Tulis Tanpo Papan Kasunyatan (KBTTPK) cabang Pasuruan-1 hadir dan  mendapatkan wawasan  hukum dan budaya dari nara sumber. 

Acara dibuka oleh Pj. Sekda Kota Pasuruan, Anom Surahno. Dalam pidato sambutannya Anom mengatakan, Indonesia negara yang unik dengan jumlah 11.000 an pulau hanya 2000 an pulau yang di beri nama. Ada 3000 etnik, dari 3000 suku itu hanya seribu satu bahasa yang dinekali. "Ada sekitar 1340 suku,  hanya 714 suku yang teridentifikasi. Di Jawa Timur misalnya, ada14 suku yang sudah  teridentifikasi, " terangnya. 

Inilah keragaman Indonesia. Perbedaan sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Tuhan menciptakan manusia dengan sidik jari, retina mata dan monologi gigi yang tidak sama. Artinya, individu manusia saja sudah berbeda. Oleh sebab itu sebagai bangsa Indonesia, sudah tidak mengenal suku yang banyak dan bahasa yang beragam, namun kita satu bangsa Indonesia dan satu bahasa Indonesia. "Melalui Pakem ini semoga bisa membawa Kota Pasuruan menjadi aman dan damai, " Ucap Anom. 

Plt. Kepala Bakesbangpol Kota Pasuruan, Imam Subekti menerangkan, acara ini merupakan kegiatan fasilitasi Tim Pakem yang memberikan wawasan hukum dan budaya kepada warga paguyuban Kaweruh Batin Tulis Tanpo Papan Kasunyatan Cabang Pasuruan, sebagai bentuk langkah pembinaan (edukatif), "Ada dua nara sumber yang akan memberikan wawasan kepada paguyuban KBTTPK. Yakni, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan dan dari Dinas P dan K Kota Pasuruan, " Terang Imam. 

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Dr. Mariadi Idam Khalid SH. MH., sebagai nara sumber menuturkan, pemerintah manjamin dan melindungi masyarakat dalam menjalankan keagamaan dan kepercayaan yang dianutnya. Untuk itu pemerintah melaksanakan monitoring dan pengawasan pada setiap kegiatan keagamaan dan kepercayaan melalui tim Pakem. 

Tim Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan dan  Aliran keagamaan Dalam Masyarakat) diketuai oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) beranggotakan dari unsur Kepolisian, Pemerintah, Kodim dan unsur Kemenag. "Tim Pakem mengawasi, namun tidak mencampuri. Ini hak masyarakat hakiki yang harus dilindungi. khususnya kegiatan yang berkaitan dengan Ketuhanan, " kata Mariadi. 

Agus Hariyanto dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, juga seorang penulis budaya masyarakat Pasuruan, membeberkan tentang  Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dari sudut pandang budaya. Memurutnya, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah warisan luhur budaya bangsa. 

"Manusia dalam Pencarian Tuhan, berkaitan dengan asal usul atau sejarah diri hingga kembalinya  kepada sumber hidup yaitu Tuhan Yang Maha Esa (Sangkan Paraning Dumadi), "papar Agus. (B.). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan