Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

New Normal Di Kota Pasuruan

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tetapkan New Normal Di Kota Pasuruan

Pasuruan-Pasline News.
Kota Pasuruan mulai hari ini masuk tatanan kehidupan normal baru dimasa pendemi Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Plt. Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo di Posko Terpadu Penanganan Covid-19 di kantor BPBD Kota Pasuruan, Kamis (09/07).

Teno, sapaan akrabnya menerangkan, bahwa pemerintah Kota Pasuruan telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 35 tahun 2020 tentang Pedoman pola hidup bersih, sehat, disiplin, dan produktif dimasa pandemi corona virus disease-19 menuju tatanan normal baru.

"Perwali ini dimaksud sebagai pedoman pelaksanaan hidup masyarakat dimasa pendemi. Juga bagi semua pemangku kepentingan, dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat menuju masyarakat yang sehat, disiplin dan produktif, "ucap Teno.

Peraturan walikota itu  bertujuan untuk meningkatkan partisipasi warga masyarakat dan pemangku kepentingan, untuk mengurangi peningkatan dan penyebaran Covid-19 di Kota Pasuruan.

Dan mendorong warga masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih serta memiliki kesadaran mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam rangka  mengurangi penularan dan penyebaran Covid-19 di kota Pasuruan. Juga mendorong terciptanya pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi , dan budaya warga  masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Langkah pemerintah, Jajaran Forkopimda Kota Pasuruan akan melakukan pengawasan masif namun persuasif. Bersama-sama mencegah corona. "Kami menegaskan, 10 titik pantau akan kami monitoring keberadaannya, dengan harapan mengetatkan kesadaran masyarakat dan meningkatkan pantauan pada  masyarakat yang masuk Kota Pasuruan, "terang Teno.

Tempat yang menjadi  pusat keramaian publik akan dilakukan monitoring lebih dahulu apakah bisa dibuka kembali atau tidak. Dengan tatanan new normal,  pemerintah mulai kendorkan pembatasan. Untuk kegiatan mengumpulkan masa dibolehkan asalkan melaksanakan protokol kesehatan menggunakan masker, jaga jarak dan pembatasan jumlah peserta.

Pemberlakuan new normal di Kota Pasuruan, disebabkan oleh tingkat kesembuhan pasien positif corona sangat signifikan. Dan angka penularannya juga mampu ditekan. 
Jumlah kasus Covid-19 sampai hari ini, positif 74 orang. Rinciannya, dalam perawatan 43 orang,  meninggal dunia 12 orang, yang di nyatakan sembuh  22 orang. 

Rincian yang meninggal dunia, postif corona  5 orang dan yang beratatus PDP 7 orang meninggal. Total meninggal dunia 12 orang. 

Pasien yang dinyatakan sembuh per hari ini tambah 4 orang dari jumlah sebelumnya 22 orang. Jadi total yang dinyatakan sembuh dan sudah diijinkan pulang sebanyak 26 orang. 

"Kita tahu bersama bahwa di Kota Pasuruan korban Covid-19 sempat meningkat drastis. Grafik di kota Pasuruan memang naik. Namun di sisi lain, kesembuhan pasien positif corona juga meningkat signifikan. Terakhir pasien yang sembuh mencapai 26 orang. Kita berharap satu dua minggu ini bisa kita tekan lagi. Dengan kesembuhan ini grafik menjadi menurun. Saya harap masyarakat bisa menerima kembali dan tidak memberikan sanksi sosial pada pasien yang sembuh, "papar Teno.

Untuk menekan tingkat penularan dan Juga menekan  tingkat kesembuhan, pemerintah akan lebih masif lagi melakukan sosialisasi dan memberi anjuran pada masyarakat untuk bersama-sama melawan Covid-19. Dan jajaran Forkopimda akan memberikan sanksi sosial jika melanggarnya.

"Kita harapkan peran serta elemen masyarakat. Kalau kita ingin lebih sejahtera lagi dan lebih maslahat, mari bersama-sama di dalam suasana kebatinan, suasana kemandirian, suasana kegotongroyongan secara bersama-sama menerapkan saling teposliro dengan yang lainnya. Karena musuh dari penyebaran virus corona itu adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Saya berharap masyarakat sadar diri tidak hanya lebih menggantungkan kepada penerintah. Mari bersama-sama membaur menjadi satu memerangi penyebaran  Covid-19 di kota Pasuruan ini, "tutup Teno.(B.).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan