Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Listrik Padam 7 Kali Desa Semedusari Geger



Pasuruan-Paaline News.
Gara-gara listrik padam, warga Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan  gejolak, Sabtu (20/06/20) malam.

Aliran listrik 7 kali padam bikin warga desa tersebut marah dan jengkel. Beberapa warga mendatangi gardu listrik yang terletak di dusun Kedundung, Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Dengan maksud cek kondisi gardu listrik mungkin ada kerusakan.

Pas warga datang di lokasi gardu listrik, ternyata ada biangnya yang sengaja memadamkan listrik. Tiga oknum anggota TNI AL (Puslatpur) pelakunya. Mereka mengambil tiga buah sikring di box gardu listrik yang mengakibatkan lampu byar-pet sebanyak 7 kali.

Memergoki aksi ketiga oknum tersebut, warga menangkapnya dan membawanya ke kantor Desa Semedusari untuk meminta pertanggungjawaban perbuatannya. Warga kepingin tahu apa motivasi aksi ketiga oknum itu

Mendengar pelaku tertangkap, warga lainnya berbondong-bondong menuju balai desa, sebagaian lagi mendatangi rumah H. Nur (50), warga Desa Semedusari yang diduga menjadi dalang dari aksi pemadaman listrik tersebut.

Warga melampiaskan kekesalannya dengan melempari mobil H. Nur. Dua mobil type Rush dan Fortune milik H. Nur kaca belakangnya hancur berantakan. Lemparan warga juga mengenai dua rumah tetangga H.Nur.

Akibatnya,  dua orang terluka. Makruf (29) terluka di tangan dan kepala, terkena hantaman batu paving. Supaha (60), seorang ibu rumahtangga mengalami luka di tangan dan sempat pingsan. Aksi masa tersebut juga melenyapkan uang sebesar Rp 1,5 juta dan HP merek OPPO milik Mustofa yang ditaruh di atas TV di ruang tamunya.

Di balai desa, kerumunan warga semakin banyak. Ratusan warga yang datang tidak mengijinkan ketiga pelaku dibawa ke Mako TNI AL untuk diproses secara hukum. 

Untuk  menjaga agar situasi tetap bisa dikendalikan, pukul 21.15 WIB. bantuan pengamanan anggota dari ton siaga Polres Pasuruan Kota datang ke balaidesa Semedusari, dipimpin oleh Waka Polres Pasuruan Kota, Kompol Mario Prahatinto, S.H., S.I.K, M.SI.

Aparat pemerintah, TNI AL dan tokoh masyarakat juga hadir berupaya menenangkan warga dan menghimbau agar pelaku bisa di bawa ke Mako TNI AL untuk diproses secara hukum.

Aparat yang hadir, Camat Lekok, Fauzan;  Camat Nguling, Drs. Bunardi;  Mayor Dedi (Perwira Dinas Makolatmar);  Kapolsek Lekok, AKP Miftahul SH;  Kapolsek Nguling, Iptu Budianto SH;  Kades Semedusari, Arroyo dan tokoh masyarkat, Ustad H. Supian.

Aparat dan tokoh masyarakat tersebut bergantian menghimbau agar masalah itu diselesaikan secara hukum. Sebab, Indonesia adalah negara hukum. Dan meminta ketiga oknum segera bisa di bawa ke Mako TNI AL.

Terakhir, giliran Waka Polres Pasuruan Kota, Kompol Mario Prahatinto, S.H., S.I.K, M.SI. yang bicara. Mario meyakinkan warga, bahwa ketiga pelaku akan diproses secara hukum dan akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan siapa otak dibalik aksi pemadaman itu.

" Bahwa saya akan memeriksa dan mendalami pelaku untuk dilakukan proses hukum dan akan melaksanakan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap otak pelaku, "kata Mario yang dirilis Humas Polres Pasuruan Kota.

Yakin dengan yang disampaikan Mario, warga menyerahkan ketiga pelaku untuk diproses secara hukum.

Pukul 22.55 WIB. Dilaksanakan evakuasi terhadap terduga pelaku ( oknum TNI AL ) dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Humas Polres Paskot/B.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan