Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Pastikan Bantuan Korban Dampak Covid-19 lancar, Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kota Pasuruan Sidak Agen Penyalur Bantuan


Pasuruan Pasline News.
Untuk memastikan penyaluran bantuan dampak Covid-19 yang menggunakan APBD Kota Pasuruan berjalan lancar, Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kota Pasuruan melakukan sidak (Inspeksi Mendadak) ke agen penyalur bantuan, Selasa (19/05).

Pansus mendatangi dua agen penyalur masing-masing di Kelurahan Ngemplakrejo dan  Kelurahan Bakalan.

Di kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggung Rejo, Tim Pansus meninjau  kesiapan agen penyalur tunggal di kelurahan tersebut yang melayani 543 KPM (Keluar Penerima  Manfaat ) langsung ke tempat agen penyalur. Kepada Arif pemilik toko Bravo yang ditunjuk sebagai penyalur bantuan, Pansus menanyakan kesiapannya dan teknis pembagian bantuan.

Menurut Arif, pihaknya sudah menyiapkan beras, gula, minyak dan mie instan dan siap dikemas. Namun untuk telor dia masih menunggu kiriman. Sebab keberadaannya sudah langka di pasaran. Di samping itu harganya sudah merangkak naik.

"Semua barang yang masuk item bantuan sudah kita siapkan dan tidak ada masalah. Hanya telor yang jadi kendala. Karena harganya naik dari patokan Rp. 18 ribu menjadi sekitar Rp 19 ribu sampai  Rp 19,5 ribu per kilo gram. Lagi pula dipasaran sulit didapat. Namun saya pastikan besok (Rabu 20/05)  sudah datang, "ucap Arif.

Untuk teknis pembagian, lanjut Arif,  bantuan akan di salurkan dibeberapa titik. Ada yang disalurkan melalui rumah Ketua RT ada juga yang disalurkan langsung dari toko dan gudang miliknya.

Di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Tim Pansus mendatangi Toko Pojok/RPK Bakalan, sebagai penyalur tunggal di kelurahan tersebut. Munawaroh pemilik Toko Pojok/RPK Bakalan yang melayani 379 KPM,  menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan bantuan. Namun dia juga mengalami masalah yang sama dengan penyalur lainnya yaitu kelangkaan telor di pasaran dan harganya yang cenderung naik. Dia memastikan  kiriman telor akan segera datang. Dan bantuan siap disalurkan antara hari Kamis dan Jumat.

Anggota Pansus, Dedy Tjahjo Poernomo mengingatkan pada penyalur untuk memperhatikan kualitas barang. "Jangan sampai ada komplain dari masyarakat gara-gara kualitas beras dan barang lainnya dibawah standart apalagi tidak layak konsumsi, "ucap Dedy meningatkan.

Ismu Hardiyanto, Sekretaris Pansus menambahkan, selain memperhatikan kualitas,  penyalur juga wajib memperhatikan komposisi barangnya. Baik dari sisi takaran maupun jumlah item barang yang sudah ditentukan, yaitu beras sebanyak 10 kg, gula pasir 2 kg, telor 2 kg, minyak goreng 1 liter dan 3 bungkus mie sedap atau Indomie. Ismu juga mewanti-wanti masalah teknis penyaluran bantuan. Agar disiapkan dengan matang dan menghindari penumpukan massa.

Ketua DPRD Kota Paauruan, M. Ismail M Hasan yang juga anggota Tim Pansus lebih mengkhawatirkan kelangkaan telor dipasaran yang menjadi masalah bagi penyalur. "Kalau telor tidak bisa diperoleh apa yang anda lakukan, "tanya Ismail kepada Arif, salah satu agen peyalur bantuan. Arif meyakinkan, kiriman telor akan segera datang, walaupun itu dengan susah payah dia dapatkan.

Ismail menambahkan, alasan Tim Pansus menyidak dua agen penyalur di dua kelurahan tersebut, karena kedua agen itu  mendapat jatah data penerima bantuan yang lebih banyak dibanding penyalur lain. "Kami melakukan sidak di kedua agen itu karena  keduanya adalah penyalur tunggal di kelurahannya masing-masing. Lagi pula jatahnya paling banyak dibanding lainnya, "ucap Ismail.

Untuk distribusi kartu, Tim Pansus mendatangi Kelurahan Ngemplakrejo dan Kelurahan Bakalan. Dari informasi di dua kelurahan tersebut, ternyata kartu dari Bank Jatim itu baru diberikan ke kelurahan  hari Senin malam.  Besoknya (Selasa 21/04 ) baru dilakukan pengecekan. Ternyata masih ditemukan beberapa masalah. Seperti, dobel dengan data bantuan yang dirilis  pusat. Juga ada data penerima bantuan yang pekerjaannya pegawai negeri sipil (PNS) dan data penerima yang sudah meninggal dunia.

"Kartu baru kami terima Senin malam pukul 12..00 WIB. Dan paginya kita pilah. Sebab, masih ada beberapa masalah. Yang bantuan ekonomi tidak ada maslah. Tapi yang bantuan sosial ada masalah, seperti  kedobelan dengan bantuan dari pusat, penerima bantuan seorang PNS, NIK-nya masih ada masalah, dan pindah domisili.  Kartu akan kita bagi besok jam tiga sore, "ungkap Setyo Yudi, Lurah Bakalan.

Sebelum mengakhiri kegiatannya, Tim Pansus juga menyidak cek poin Blandongan. Tidak nampak aktifitas pemeriksaan pengendara kendaraan dari luar daerah untuk cek kesehatan pemudik. Saat sidak Tim Pansus hanya mendapati  tujuh orang petugas jaga. Tim juga memeriksa buku tamu dan laporan kegiatan harian. Di buku itu Juga tidak ditemukan laporan ODP atau PDP.

Untuk konsumsi, menurut pengakuan petugas jaga tidak ada masalah. Namun untuk honor relawan, masih remang-remang. Menurut pengakuan relawan dari BPBD dan Dinas Kesehatan, mereka mengaku tidak tahu berapa honor yang bakal diterima. Hal ini menjadi salah satu catatan Pansus. Sebab, anggaran untuk cek poin  jelas namun honor untuk relawan tidak jelas.(B.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan