Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Polresta Pasuruan bikin Film di Kuburan Purut-2


Pasuruan-Pasline News.
Di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Purut 2 Kota Pasuruan, kembali warga sekitar menolak  pemakaman korban Covid-19. Warga berbondong-bondong mendatangi mobil jenazah dan minta supaya pergi dari kawasan itu.

Ditengah suasana panas, salah seorang personil kepolisian, Iptu. Widyagana Dhirotsaha, S.T.K, S.I.K,. M.Si  datang menemui warga dan memberi  penjelasan terkait jenazah korban corona.

"Kami yakinkan masyarakat sekitar aman. Sebab, petugas pemakaman sudah menangani jenazah mulai dari mengkafani hingga pemakaman sudah sesuai  Protap (Prosedur Tetap Pelaksanaan) kesehatan, "ucap Widyagana.

Akhirnya warga memahami dan mengijinkan pemakaman korban Corona. Malah bersedia membantu petugas.

Itulah sepenggal adegan yang diambil di TPU Purut-2, Kamis (23/04) dalam pembuatan sebuah film dokumenter yang bertema Sosialisasi penanganan Covid-19.

Pemeran utama di film itu Iptu Widyagana menuturkan, pembuatan film yang berisi sosialisasi penanganan Covid-19 itu dilatar belakangi himbauan dari Direktorat Lalulintas Polda Jawa Timur kepada masyarakat agar tinggal di rumah saja untuk memutus masa inkubasi corona selama 14 hari. Dan Melaksanakan protokol kesehatan.

Jika ada korban Corona meninggal, harus di makamkan dengan baik, karena  petugas sudah melaksanakan  sesuai Protap dan prosesnya juga sesuai dengan Protap (Prosedur Tetap Pelaksanaan).

"Dalam pembuatan film ini, kami bekerjasama dengan Rumah Produksi Jajan Mercon TV.  Melibatkan DokPol dan Humas Polres Pasuruan Kota, "tutup Kanit Reg Ident Samsat Pasuruan Kota ini. (B.)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan