Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Mendung Menggelayut Di Atas Pedagang Kecil, Tapi Tidak Ada Tanda Akan Segera Turun Hujan.

Pasuruan-Pasline News.
Pedagang di kantin RSUD dr. R. Soedarsono saat ini meratap sedih. Dua minggu terakhir omsetnya terjun bebas. Akibat ditutupnya rumah sakit dari pengunjung karena pencegahan dini virus Corona.

Sebanyak 16 pedagang yang membuka lapak di kantin tersebut hanya pasrah dengan keadaan. Mau mengeluh, percuma. Mau bertanya kepada rumput, kata Ebit GAD, rumputnya sudah tidak mau bergoyang. Sekali lagi mereka harus pasrah kehilangan omset hingga 80%.

Seperti yang dikatakan Heri salah satu pedagang di kantin itu, Minggu (05/04). "Sekarang, setiap malam penghasilan tidak menentu. Buka pukul 16.00 WIB. (sore) sampai jam 12 malam ini saya baru dapat uang Rp 30 ribu. Kemarin malam minggu mendapat Rp 80 ribu.Saat normal biasanya satu malam saya dapat uang antara Rp 400 hingga Rp 500 ribu".

Beban dipundak Heri dengan kawan-kawannya setiap hari semakin berat. Dengan omset yang tinggal 20%, mereka setiap bulan masih harus membayar uang sewa sebesar Rp 500 ribu, bagi yang buka 12 jam. Bagi yang buka 24 jam harus membayar dua kalinya. Masih ditambah bayar listrik setiap bulan sekitar Rp 100 ribu lebih.

Dengan kondisi seperti itu, mereka mengharap seperti apa yang dikatakan Ebit GAD, "Mendung pertanda akan segera turun hujan". Biar alam berganti cerah kembali. Kehidupan normal lagi. Tidak seperti saat ini. Mendung tapi tidak ada tanda akan  turun hujan. Mungkin kondisi ini juga dirasakan pedagang kecil lainnya.(B.).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan