Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Laki-Laki Tua Jatuh Tergeletak Tak Bernyawa



 Pasuruan-Pasline News.
Lagi, seorang laki-laki jatuh tergeletak tak bernyawa di depan Toko Jam Langgeng Barokah di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, Selasa (21/04).

Menurut kesaksian Agung, pegawai toko Langgeng Barokah, lelaki tua berusia sekitar 70 tahun itu awalnya, sekitar pukul 14.00 WIB datang ke tokonya  bertanya padanya bagaimana cara memperbaiki jam yang rusak. Setelah kontak bicara beberapa menit, lelaki tua itu berniat pulang. Saat keluar dari toko tiba-tiba dia jatuh tergeletak dan tidak bergerak lagi di teras tokonya. 

Kontan saja orang yang berada di sekitar terkejut, apalagi Agung. Tidak ada orang yang berani mendekat karena takut korban Covid-19. Tak berselang lama petugas dari Kepolisian datang mensterilkan lokasi kejadian. Beberapa menit kemudian tim dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19  datang di lokasi dan mengevakuasi jenazah ke mobil jenazah kemudian di bawa ke kamar jenazah RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

Jurubicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, orang yang tergeletak itu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tim dari Gugus Tugas sudah mengevakuasi jenazah ke kamar jenazah RSUD dr. R. Soedarsono. Saat mengevakuasi, Tim memakai APD (Alat Pelindung Diri) sesuai protap kesehatan.

Shierly tidak menyebut identitas korban. Dia juga menyatakan tidak ada tanda-tanda korban Covid-19 yang ditemui di tubuh korban. Namun untuk memastikannya. Pihaknya menunggu keluarga korban. "Orang yang sudah meninggal dunia tidak bisa dites terjangkit corona atau tidak. Kita menunggu kelurga korban untuk mengetahui riwayat penyakit korban, "jelas Shierly via ponsel.

Diketahui, Dalam satu bulan ini sudah ditemukan  dua orang jatuh tergeletak tak bernyawa. Beberapa hari lalu seorang tukang becak terjatuh dan meninggal dunia di kawasan Pucangan, Kelurahan Purworejo akibat sakit jantung. Ditambah hari ini, orang jatuh tergeletak dan meninggal dunia. Namun belum diketahui penyebabnya. (B.).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan