Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

SDN Kebonagung Bangun Komunikasi Melalui WA Grup)


Pasuruan-Pasline News
Di era digital sekarang ini, proses belajar semakin mudah. Dukungan tehnologi informatika sangat diperlukan. Walau antara guru dengan murid tidak satu ruangan pun, proses belajar mengajar tetap bisa jalan. Media sosial yang namanya WhatsApp (WA) itulah yang menghubungkan keduanya. Seperti yang dituturkan Kepala Sekolah UPT SDN Kebonagung Kota Pasuruan, Hamidah.

Bagi UPT SDN Kebonagung, Mekanisme belajar di rumah akibat kebijakan pemerintah terkait pencegahan dini covid-19 (virus Corona) bisa tetap jalan. Jalinan komunikasi antara sekolah dengan Komite, komite dengan paguyuban dan paguyuban dengan guru, dilakukan via WA grup.

Setiap hari guru  memberikan tugas pada siswa melalui WA grup paguyuban orang tua murid. Kemudian tugas digandakan oleh paguyuban dan dikerjakan oleh siswa. Tugas yg sudah diseleseikan lalu difoto dan dikirim ke guru untuk dinilai. Sementara lembar tugas hasil kerja siswa disimpan untuk dikumpulkan saat masuk sekolah. "Pendidik tidak libur, setiap hari di sekolah membuat materi dan tugas yang akan diberikan ke anak didik melalui WA grup, "terangnya via WhaatsApp, Kamis (19/03).

Rata-rata orang tua siswa tergabung dalam WAG Paguyuban Kelas. Bagi orang tua murid yang tidak punya HP/WA bisa berkomunikasi langsung dengan  orangtua murid yang  lain (tetangganya). "Model Penerimaan Peserta Didik Baru dengan sistem zonasi, memungkinkan sebagaian besar murid bertetangga dekat, "urai Hamidah.

Walau dimudahkan oleh tehnologi, lanjut Hamidah, selama proses belajar dirumah berlangsung, peran orang tua tetap dibutuhkan. Orang tua wajib mendampingi putra putrinya. Dan memastikan anak harus tetap fokus belajar.

"Belajar dirumah selama 14 hari harus dimanfaatkan dengan baik. Siswa tetap fokus belajar. Untuk orang tua murid, dampingi putra putrinya. Tetap menjalani hidup sehat dirumah. Tunda dulu acara bepergian, apalagi ke daerah yang sudah terpapar virus Corona. Mudah mudahan wabah ini berlalu dan kita semua tetap dalam kondisi sehat, "pesannya.(B.)

Komentar

  1. Siip...
    Trima kasih, mas bowo... isi berita sesuai info yg kami sampaikan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan