Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Rumah Sakit Siapkan 23 Kamar Khusus, BPJS Jamin Pembiayaan Pasien Terinfeksi Virus Corona


Pasuruan-Pasline News
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr. Shierly Marlina membenarkan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan virus corona, dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Shierly mengatakan, dirinya sudah menerima surat edaran dari Kementrian Kesehatan terkait pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus corona oleh pemerintah. "Soal pembiayaan  di Kota Pasuruan tidak ada masalah. Sebab, Kota Pasuruan telah melaksanakan UHC (Universal Healt Covered) yaitu, pemerintah telah menjamin kesehatan warganya (95%) dengan mengikut sertakan menjadi peserta BPJS Kesehatan, "jelas Shierly.

Disisi lain pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menyiapkan ruangan khusus di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. "Walau belum ada pasien yang terindikasi virus corona, kami sudah siapkan 23 kamar khusus untuk pasien yang teridentifikasi virus corona, "ucapnya dikantornya, Rabu (04/03).

Dinas Kesehatan, lanjut Shierly, juga melakukan langkah pencegahan dini dengan sosialisasi kepada masyarakat terkait ciri gejala infeksi virus corona dan cara-cara pencegahannya. Sosialisasi dilakukan masif hingga kesekolah-sekolah, kelurahan dan panggung terbuka di momen car free day yang berlangsung setiap hari Minggu.

"Saya menghimbau kepada masyarakat khususnya warga Kota Pasuruan, agar menjalani hidup sehat dengan mencuci tangan memakai sabun anti septick setiap habis beraktifitas. Shierly juga menghimbau agar memakan makanan yang telah dimasak matang dan hindari bepergian ke daerah yang terpapar virus corona, "jelas Shierly.

Terpisah, Kepala  Humas BPJS Pasuruan Azam, membenarkan  Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona, Virus sebagai Penyakit Dapat Menimbulkan Wabah dan Penanggulangannya. Keputusan Menkes tersebut juga menetapkan pembiayaannya yang ditanggung pemerintah dan sumber pembiayaan lainnya yang sah.

Menurutnya hal itu adalah pengecualian dari Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin oleh BPJS Kesehatan, diantaranya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah.

"Di Perpres Nomor 82 tahun 2018, kejadian luar biasa memang tidak dijamin oleh BPJS. Namun Keputusan Menkes Nomor 104 tahun 2020 untuk kasus virus corona, pemerintah melakukan pengecualian. Jadi BPJS Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus corona. Untuk itu Peserta  jangan ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan, jika ada gejala yang mengarah pada infeksi virus corona, "tutup Azam mengutip rilis dari Humas BPJS Kantor Pusat.(B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan