Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Bandeng Jelak Ikon Kota Pasuruan


Pasuruan-Pasline NEWS
Pemerintah Kota Pasuruan menggelar Festival Bandeng Jelak, dalam rangka hari jadi Kota Pasuruan ke-334 di pelataran kantor Dinas Perikanan Kota Pasuruan di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Selasa (10/03/20).

Dihelat oleh Dinas Perikanan Kota Pasuruan, festival tersebut diisi tiga kegiatan. Yaitu lomba cipta menu olahan bandeng jelak, lomba bandeng jelak super hasil budidaya dan pameran produk UMKM perikanan dan kelautan.

Menurut Plt Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Ediyana Setyo Widodo, festival tersebut bertujuan untuk mengangkat potensi bandeng jelak sebagai ikon Kota Pasuruan. Disamping itu, untuk memberdayakan petambak dalam rangka meningkatkan kwalitas bandeng dan membangun jaringan pedagang untuk meningkatkan pemasaran bendeng. Juga, pemberdayaan UMKM dibidang perikanan dan kelautan serta mengembangkan kualitas dan mutunya.

"Kualitas bandeng Jelak tidak kalah dengan bandeng produksi Sidoarjo dan Gresik. Satu-satunya bandeng yang tidak bau tanah adalah bandeng Jelak, "tuturnya.

Ediyana menambahkan, bandeng Jelak hanya ada di pedukuan Jelak, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugil Kidul, Kota Pasuruan. Ditempat lain tidak ada. Dibudidayakan ditambak masyarakat seluas 15 hektar lebih.

"Produksi bandeng Jelak tahun 2019 lalu sebanyak 1834 ton. Tahun depan mudah-mudah meningkat melalui pembinaan yang lebih intensif kepada kelompok budidaya ikan (pokdakan) bandeng Jelak, "tutup Ediyana.

Hadir Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. Dalam sambutannya dia mengatakan, festival ini diharapkan mampu mendorong produksi bandeng Jelak meningkat. Dan semakin mempertegas  bandeng Jelak menjadi ikon Kota Pasuruan. Juga akan lebih memberdayakan UMKM perikanan dan kelautan agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

"Festival ini kali pertama digelar. Didalamnya ada lomba cipta menu bandeng Jelak dan lomba lelang bandeng Jelak super. Keduanya merebutkan piala Plt. Wali Kota Pasuruan. Saya tegaskan lomba ini yang pertama dan yang terakhir. Sebab, tahun depan kita sudah memiliki Wali Kota Pasuruan yang baru, "ujarnya.

Sementara itu, lomba cipta menu bandeng Jelak di ikuti 34 peserta perwakilan dari 34 kelurahan. Bermacam olahan yang disajikan peserta untuk menarik leehatian juri. Ada rawon bandeng, puding bandeng, bakso bandeng, bandeng menu anak dan masih banyak lainnya.

Setelah melalui penilaian dari dewan juri yang terdiri dari wakil Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Tim Penggerak PKK dan seorang koki profesional, juara pertama di raih peserta dari Kelurahan Pekuncen. Juara dua diraih peserta dari Kelurahan Kebonagung dan juara ketiga diraih peserta dari Kelurahan Pertamanan.

Sedangkan lomba bandeng jelak super juara pertama diraih pokdakan Makhrujen, juara dua pokdakan Samsul Arifin dan juara tiga diraih pokdakan Imam Makhali.

UMKM yang memamerkan produknya berjumlah sebanyak 10 UMKM perikanan dan kelautan. Memajang bermacam produk olahan ikan dan hasil laut lainya. Dikemas dengan kemasan yang menarik. Juga ada produk UMKM handycraft dari kerang. Seperti, kaca rias, kap lampu dan lain sebagainya.

Acara tersebut dihadiri Sekda,  H. Bahrul Ulum, Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan drg. Adisti Dwi Payanti dan seluruh Kepala OPD serta lurah se-Kota Pasuruan.(B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan