Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Sunatan Masal dan Santunan Anak Yatim Di Hari Jadi Kota Pasuruan Ke-334



Pasuruan-Pasline News
Dalam rangka hari jadi Kota Pasuruan ke-334, Pemerintah dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pasuruan menggelar bhakti sosial sunatan masal dan santunan anak yatim di kantor PDAM Jalan Airlangga, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Rabu (26/02/20).

Sejumlah lima puluh anak harus merelakan ujung "burungnya" dipotong. Nyaris tidak terdengar tangisan kesakitan. Maklum tukang potongannya dari Dinas Kesehatan Kota Pasuruan yang bekerja sesuai SOP. Tentu saja ujung burung anak-anak pemberani tersebut sudah di mati rasa, sehingga tidak ada rasa sakit.

Kalau anaknya berani dan sangat ingin disunat, malah ayahnya yang tidak tega hingga ada salah satu orang tua yang langsung lemas hampir pingsan saat burung anaknya dipotong. Usai disunat, terlihat sekali anak-anak sangat ceria walau harus kehilangan daging sanatnya. Karena disamping gratis, mereka juga mendapat satu stel baju koko dan sejumlah uang.

Acara sunatan masal tersebut dirangkai dengan santunan terhadap anak yatim. Sejumlah tiga puluh anak yatim mendapat santunan berupa uang sebesar Rp 334 ribu sesuai dengan angka hari jadi Kota Pasuruan.

Kegiatan tahunan tersebut dibuka oleh Sekda Kota Pasuruan, Drs. Bahrul Ulum. Dalam sambutannya dia menyambut baik kegiatan sunatan masal dan santunan anak yatim. Karena sangat membantu warga yang kurang mampu. "Saya harap kedepan terus ditingkatkan, "ucapnya.

Sekda juga menyinggung pelayanan PDAM yang belum maksimal karena belum ada penyerahan pasokan air SPAM Umbulan dari PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) Provinsi Jawa Timur.

Direktur PDAM Kota Pasuruan Robert Balbut dalam sambutannya mengatakan, bhakti sosial sunatan masal dan santunan anak yatim ditahun ke-3 ini di ikuti 50 anak. Semua peserta adalah warga Kota Pasuruan.

Anggarannya berasal dari anggaran pemerintah dan bantuan dari donatur yang tidak mengikat, ditambah RAK ( Rencana Kerja  Anggaran ) PDAM tahun 2020.

Acara berjalan lancar dan dihadiri sejumlah kepala dinas, orangtua peserta, Dewan Pengawas PDAM dan tokoh masyarakat.(B.)


Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan