Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Komisi 3 Sidak RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Temukan 3 Jenis Pelayanan Kurang Maksimal




Pasuruan-Pasline News
Rumah Sakit Umum Daerah dr.R. Soedarsono Kota Pasuruan disidak (Inspeksi Mendadak) oleh komisi 1 DPRD Kota Pasuruan, Kamis (09/01/20). Wakil rakyat tersebut melihat langsung seperti apa standart pelayanan minimal (SPM) yang meliputi jenis dan mutu pelayanan yang diterapkan oleh manajemen rumah sakit.

Dalam Sidak tersebut, komisi 1 menemukan tiga jenis pelayanan yang belum maksimal, yakni, pelayanan obat, pembacaan radiologi yang makan waktu, serta masalah operasi. Hal tersebut disampaikan oleh M. Mahfud  anggota komisi 1usai sidak.

M.Mahfud menuturkan, Pelayanan obat akhir-akhir ini sering terlambat. Penyebabnya adalah pihak BPJS  selalu merubah daftar obat yang di kavernya. Sehingga dokter dan apoteker harus lebih jeli memilah obat untuk pasien. Hal tersebut butuh waktu, "Yang jadi masalah, pasien di rumah sakit Purut 90% menggunakan BPJS, "tutur Mahfud.

Pembacaan radiologi juga seringkali terlambat. Perkaranya, alat radiologi  manual setahun lalu diganti dengan model CR (Computer Radiologi), namun pengoperasiannya masih belum sepenuhnya dikuasai oleh operator. Sehingga gambar yang sudah dicetak dikomputer kadang tidak bisa dikirim ke hand phone dokter pasien.

Masalah operasi. Jadwal Operasi seringkali terkendala  jadwal dokter yang  tidak sama. Karena operasi memerlukan tiga dokter yakni, ahli bedah, anestesi dan dokter spesialis yang menangani pasien. "Jadwal operasi harus disesuaikan dengan jadwal ketiga dokter tersebut. Hal ini bisa terjadi karena keterbatasan tenaga dokter, "terang Mahfud.

Mahfud menambahkan, dari manajemen rumah sakit  berharap ada bantuan perawatan fisik bangunan rumah sakit dari pemerintah. Karena selama ini, perbaikan fisik dibiayai rumah sakit sendiri. "Usulan manajemen rumah sakit kita tampung dan kita pelajari. Untuk membantu perawatan fisik rumah sakit, kemungkinannya bisa disisipkan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2020 nanti. Itupun kalau manajemen rumah sakit mengusulkan, "urainya.

Hasil sidak akan ditindak lanjuti dengan mengundang Dinas Kesehatan, BPJS dan Manajemen Rumah sakit dr. R. Soedarsono, untuk membicarakan berbagai masalah rumah sakit Purut. "Komisi 1 secepatnya akan mengundang lembaga terkait untuk dengar pendapat berbagai masalah rumah sakit Purut, "ujar Tutur anggota komisi 1 lainnya.(B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan