Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Forum Kota Sehat Swasti Saba Kota Pasuruan Beri Talih Asih Kepada KRPL Wanita 5 Dan Titik Pantau Berbasis Masyarakat


Pasuruan-Pasline News
Forum Kota Sehat Swasti Saba Kota Pasuruan memberikan talih asih kepada KRPL Wanita 5 Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jumat (16/01/20). Tali asih tersebut sebagai penghormatan dan rasa terimakasih atas perannya sebagai titik pantau dalam penilaian kota sehat wistara yang kemudian menghantarkan Kota Pasuruan berpredikat kota sehat wistara tahun 2019.

Tali asih di berikan langsung oleh ketua forum kota sehat Wistara, Dr Diez Nurhayati kepada Ketua RW 5 Subur. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Diez mengucapkan terima kasih kepada KRPL Wanita 5 karena sudah bekerja sama dengan baik untuk mengangkat Kota Pasuruan sebagai Kota Sehat Wistara. "Talih asih ini sebagai bentuk rasa terimakasih kami atas kerjasama kita. Jangan dilihat besaran nilainya, tapi manfaatnya. Kedepan,.kita akan terus bekerja sama demi nama Kota Pasuruan, "ucap Diez sambil menyerahkan dua buah bingkisan warna biru.

Lebih lanjut Dr. Diez menuturkan, selain KRPL wanita 5, pihaknya juga memberikan talih asih kepada titik pantau lainnya, namun yang berbasis masyarakat. "Setelah dari sini (KRPL Wanita 5) kami akan ke sekolah SD Bangilan. Setelah itu kita ke koperasi wanita di Kelurahan Purutrejo dan ke base camp Angel Leven di Kelurahan Kebonagung. dan tempat lainnya, "ujar Diez.

Dia menambahkan, tahun 2020-2021 Kota Pasuruan  akan mengikuti kota sehat wistara ke-2. Namun titik pantau yang kemarin tidak bisa kita ajukan lagi kecuali membuat inovasi baru. "Titik pantau untuk wistara ke-2 nanti sedang kita godok. Rencananya akan ada dua usulan yang kita padukan yakni, usulan dari bawah (RT/RW) dan top down atau usulan dari OPD. "Tahun 2020 kita akan menyusun dokumen yang nantinya kita masukan ke provinsi. Kalau di provinsi lolos, kita akan berjuang lagi untuk merebut Pasuruan Kota Sehat Wistara 2, "urai Dr. Diez.

Ketua RW 5, Subur, menyambut baik atas pemberian tali asih tersebut. Dan Mengucapkan terima kasih karena masih disambangi oleh Dr. Diez dengan kawan-kawan. "Ini sebuah penghargaan yang besar atas KRPL Wanita 5 karena masih disambangi oleh teman-teman forum kota sehat Swasti Saba. Apalagi diberi tali asih yang sangat berguna untuk budidaya ikan disini, "ucap Subur.(B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan