Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Ismu : Kurang Greget Penyampaian Nota Pengantar RAPBD Tahun 2020 Oleh Plt Wali Kota Pasuruan.



Pasuruan-Pasline News

Kurang greget, itulah kesan yang ditangkap oleh beberapa anggota dewan atas penyampaian nota pengantar RAPBD Kota Pasuruan Tahun 2020 oleh Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo saat Rapat Paripurna 1 DPRD Kota Pasuruan. Dalam acara, Penyampaian Nota Keuangan Tentang Raperda APBD Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2020, Kamis (14/11/19).

Salah satunya dari  Drh. Ismu Hardiyanto dari Fraksi PKS. Dia menuturkan, bahwa ada beberapa catatan minor dari paparan nota keuangan yang disampaikan oleh Teno, sapaan akrab Raharto Teno Prasetyo.

Catatan minor tersebut yaitu, penyampaian pengantar RAPBD 2020 oleh PLT Walikota Pasuruan, sama sekali tidak menyinggung bahwa APBD 2020 adalah tahapan akhir periode kepemimpinan walikota dan wakil walikota hasil Pilkada 2015. Juga tidak menyinggung terkait RPJMD yang akan berakhir tahun 2021. Hal ini berkaitan dengan Capaian atas janji atau program politik yang pernah disampaikan saat pilkada 2015 silam.

PLT Walikota tidak menyinggung  isu-isu besar yang ditunggu-tunggu publik misal, berapa anggaran yang dipersiapkan untuk mengatasi kenaikan BPJS bagi masyarakat yang dibiayai APBD kota Pasuruan dan bagaimana pemerintah daerah melakukan antisipasi terhadap kenaikan BPJS.

Juga tidak memberikan gambaran yang komprehensif terhadap penyelesaian pembangunan SDN Gentong yang telah menjadi isu nasional, baik solusi Kegiatan Belajar Mengajar selama tahun 2019 atau anggaran yang disediakan untuk pembangunannya. "Bahkan dalam pidatonya, Wawali sama sekali tak menyebut kasus SDN Gentong, "kritik Ismu.

Ismu menambahkan, PLT Walikota kurang memberikan optimisme dan penekanan agar Pemkot mampu menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) besar seperti, bagaimana bisa kembali mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), setelah berturut turut meraih Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Atau ajakan untuk menyelesaikan Jalur Lingkar Utara (JLU) yang sepertinya tidak mengalami kemajuan dalam pembebasan lahan di tahun 2020 nanti.

Pemkot jika tidak didorong untuk serius terhadap pembangunan infrastruktur akan melempem dan tidak terlihat pembangunan fisiknya, karena alokasi belanja modalnya lebih rendah dibanding belanja barang dan jasanya yakni 216,5 milyard vs 344 milyar.

"Hati hati akan semakin membesarnya  Sisa Lebih penggunaan Anggaran (SILPA) Karena APBD 2019 diprediksi SILPA nya sebesar  Rp 219,2 milyar. Jika tidak mampu menyerap anggaran karena berbagai macam sebab maka, SILPA akan semakin membesar. Saat ini posisinya sudah lebih dari 20 persen APBD. Ini harus jadi perhatian serius. PLT harus memimpin secara langsung aksi pengendaliannya, "tegas Ismu.(B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan