Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Tingkat Kebocoran Tinggi Diduga Akibat Marak Pencurian Air


Pasuruan-Pasline

Salah satu masalah pelik yang dihadapi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pasuruan adalah tingkat kebocoran yang masih tinggi yakni 28 %.Tingkat kebocoran sebesar itu, berdampak pada menyusutnya volume pasokan air ke pelanggan, sehingga pasokan air sering tersendat. Bahkan di kawasan tertentu air mengalir hanya di jam jam tertentu. Atau banyak warga mengistilahkan dengan sebutan "air jam-jam".

Akibat kebocoran tersebut juga berimbas pada berkurangnya pendapatan PDAM. Sehingga selama ini hanya bisa untuk menghidupi  dirinya sendiri. Tidak dipungkiri, belakangan ini, sejak dipimpin oleh direktur Robert Balbut, perusahaan plat merah tersebut menyumbang pendapatan asli daerah ( PAD). Walau mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, tapi tetap saja nilainya masih kecil dan  jauh dari yang diharapkan.

Masalah kelasik tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dicarikan solusinya. Menurut direktur PDAM Kota Pasuruan Robert Balbut, persoalan yang paling utama adalah kebocoran pada pipa peninggalan Belanda. "Tidak mungkin pipa tersebut dibongkar karena kondisinya sudah rapuh di dalam tanah. Kemungkinannya, harus diganti dengan pipa baru. Itu pun tidak mudah. Jaringan yang begitu rumit, akan memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, "ucapnya.

Faktor penyebab kebocoran lainnya adalah, pencurian. Diduga sangat banyak  praktik pencurian air dengan cara menyudet pipa sebelum meter air. Sebagai gambaran, PDAM menemukan praktik pencurian air di kelurahan Panggungrejo. Tidak tangung-tanggung, ditemukan100 sambungan lebih pelanggan yang melakukan pencurian. Namun tindakan yang diambil manajemen PDAM masih terhitung lunak, hanya memutus sambungan dan tidak melakukan upaya hukum. Diduga, di kelurahan lainya juga banyak terjadi praktik serupa.

"Ke depan, kami akan bekerjasama denga Polisi untuk menangani secara hukum praktik pencurian air untuk menekan tingkat kebocoran hingga 20 % sesuai toleransi yang di dibolehkan pemerintah, "tegas Robert Balbut. (B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan