Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Polres Paskot Gelar Simulasi Pengamanan Kantor DPRD Kota Pasuruan Dari Pendemo



Pasuruan-Pasline

Polres Pasuruan Kota menggelar simulasi pengamanan gedung DPR Kota Pasuruan, Sabtu (28/09/19). Simulasi pengamanan gedung DPR dari masa pengunjuk rasa tersebut, di seting seperti kejadian sungguhan. Mengimplementasikan Penanganan yang terukur sesuai dengan protap (Prosedur Tetap Pelaksanaan) Polri.

Diawali dari bagian humas yang mensosialisasikan pentingnya menjaga rasa aman, damai dan menegakan persatuan bangsa. Kemudian gelombang masa unjuk rasa datang ke gedung DPRD untuk melakukan orasi dan memaksa masuk ke kantor dewan. Barisan Satuan Srikandi Polisi menghadang masa kemudian berdialog dengan perwakilan masa. Namun tetap saja masa memaksa masuk ke kantor dewan. Barisan Srikandi ditarik, karena kondisi semakin panas. 

Masa semakin beringas dengan melempari petugas. Barisan Dalmas  bergerak menghadang masa. Masa semakin beringas, dalmas didukung Water Canon menembak pendemo dengan semprotan air dan memukul mundur pendemo. Hingga situasi bisa reda dan dapat dikuasai. 

Itulah gambaran simulasi yang dimainkan anggota Polres Paskot. Tidak tampak tembakan gas air mata atau tindalan tegas lainnya. Karena simulasi tersebut, didesain untuk menangani demo dengan jumlah kecil, eskalasi kerusuhannya warna hijau dan kuning, artinya tidak perlu tembakan gas air mata atau tindakan represif.

Simulasi diulang dua kali. Karena simulasi pertama dianggap kurang sempurna. "Masing- masing tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Masih ada personil yang kehilangan tongkat. Teknis "pengambilan" pelaku demo yang anarkhis, masih kurang sempurna, "jelas Kapolres Paskot, AKBP Agus Sudariyatno, SIK, MH. 

Agus ingin simulasi berjalan mengalir tanpa banyak komando. Agar terlihat titik lemahnya dimana, dan dievaluasi lagi."Biarkan simulasi berjalan mengalir sesuai arahan narator, agar anggota tidak bingung. Nanti kita evakuasi lagi, "jelas Agus.(B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan