Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Pemantapan Forum Pembauran Kebangsaan



Pasuruan-Pasline

Pancasila tidak bisa menggantikan kitab suci agama apapun, namun Pancasila tidak bertentangan dengan kitab suci agama apapun. Itulah pandangan hubungan antara Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia dan agama sebagai sebuah ajaran yang dimiliki setiap individu masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Syarifudin, ketua forum komunikasi umat beragama.( FKUB) propinsi Jatim, saat memberikan materi dalam acara, Peserta Kegiatan Pemantapan Forum Pembauran Kebangsaan,  dengan tema; Pembauran Kebangsaan Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Oleh Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik kota Pasuruan, Bidang Ketahanan  Bangsa Dan Kemasyarakatan, di gedung Wolu, Kamis (12/09/19).

Dia menjelaskan, semua agama dengan kitab sucinya mengajarkan kebaikan yang sifatnya universal, kalau hal tersebut sudah disadari oleh semua elemen masyarakat,  maka akan tercipta harmonisasi.

Sebelumnya, Acara dibuka oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. Dalam pidatonya, Teno sapaan akrab Wawali mengatakan, sejak Empu Tantular menulis Bineka Tunggal Ika di dalam kitab SotaSoma. Sejak itu pula terjadi toleransi antar suku, agama dan kelompok-kelompok kepercayaan. Toleransi tersebut  terjaga dan berkembang hingga saat ini. Jika terjadi gesekan, bisa segera dipadamkan dengan nilai-nilai Pancasila. Potensi  munculnya gesekan tersebut disebabkan oleh ketimpangan ekonomi, lemahnya pemahaman politik dan dunia pendidikan yang tidak merata.

Gus Dur seorang bapak bangsa telah memberi contoh,  hidup berdampingan di antara hal yang berbeda. Pembauran bagian penting dalam kerukunan. "Saya berharap masyarakat Pasuruan tidak terprovokasi berita hoax. Yang akan muncul opini di masing -masing golongan. Bagaimanapun kebenaran pasti menang, "tegas Teno.

Diakhir pidatonya, Teno berpesan, "Konflik terjadi pada diri kita, konflik  terjadi di dekat kita, konflik  yang terjadi tidak jauh dari kita. Dan konflik yang  terjadi karena pengaruh orang yang jauh dari kita. Kita harus waspada".

Kepala Bidang Ketahanan  Bangsa Dan Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pasuruan, Heri Sutarma mengatakan, tujuan acara tersebut untuk meningkatkan kesadaran persatuan dan kesatuan bangsa menciptakan harmonisasi dengan saling menghargai agar Kota Pasuruan  senantiasa kondusif. "Menghargai satu sama lain akan tercipta toleransi antar etnis, agama, dan golongan apapun. Dengan toleransi akan tercipta kondisitas, aman, damai dan sejahtera, "terang Heri.

Acara tersebut dihadiri 190 peserta dari tokoh -tokoh agama, tokoh etnis, tokoh kebudayaan, tokoh penghayatan kepercayaan, ketua LSM dan utusan kelurahan se- Kota Pasuruan. Dengan pembicara Sulistiyo, dan Rahmad Cahyono serta Syarifudin, ketua FKUB Provinsi Jatim. (B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan