Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Harga Bahan Baku Logam Naik 100% Industri Logam Rumahan Di Kota Pasuruan Megap-Megap



Pasuruan-Pasline

Pengrajin logam di Kota Pasuruan semakin tidak menentu. Hidup segan mati tidak mau, akibat kenaikan harga bahan baku yang merangkak naik hampir 100% sejak tiga tahun terakhir. Sebagai gambaran, harga satu batang as besi ukuran panjang 1 meter diameter 16 mm dari harga Rp 80 ribu tiga tahun lalu, sekarang menjadi Rp 153 ribu, Biasanya harganya fluaktif atau naik turun dari harga normal Rp 80 ribu naik paling tinggi Rp 100 ribu. Satu hingga dua bulan kemudian turun lagi ke harga semula. Namun kali ini belum ada tanda-tanda turun, bahkan ada kemungkinan naik lagi.

Seperti dialami Affan, salah seorang pengrajin rumahan di Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan. Dia merasa semakin berat dengan kenaikan harga bahan baku(BB) logam, yang menurutnya paling  ekstrim."kenaikan ini paling ekstrim sejak jaman mbah saya dulu. Tidak ada regulasi apapun dari pemerintah untuk menurunkan harga BB. Sepertinya pemerintah sekarang sudah tidak peduli nasib pengrajin kecil, "ucapnya.

Lanjut Affan, dengan kenaikan harga tersebut, omsetnya mengalami penurunan hingga 60%. Hal ini mengakibatkan banyak home industri logam yang gulung tikar alias bangkrut. "Bahan baku naik ekstrem memaksa kami menaikan harga. Konsumen kamipun beralih ke produsen lain. Bahkan ada yang membeli produk dari negeri China. Tidak dipungkiri, diantara kami banyak yang menutup usahanya. saat ini  hanya tersisa dua perajin, Itupun kondisinya kembang kempis. Dulu ada 5 perajin. Kalau satu kelurahan Mayangan sekarang tinggal sekitar 25 perajin, "jelas Affan.

Dia tidak habis pikir, kenapa bisa seperti ini kondisinya. Kenapa tidak ada regulasi dari pemerintah untuk mengatasi melonjaknya harga BB. "Kata orang, ini dampak dari perdagangan bebas dunia. Kami hanya bisa membuat barang logam dan  kami tidak tahu apa itu perdagangan bebas atau ekonomi global, "kata Affan, polos.(B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan