Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Tahun Baru Hijriah 1441Desa Pleret Gelar Pawai Obor



Pasuruan-Pasline

Masyarakat Pasuruan meramaikan pergantian Tahun baru Hijriah 1 Muharram 1441 dengan pawai obor. Tradisi arak-arakan atau pawai obor tersebut sudah berlangsung lama dan menjadi tradisi tahunan. Entah mulai kapan tradisi ini berawal, yang pasti, setiap 1 Muharram atau 1 Suro menurut kalender jawa, pasti masyarakat melakukan pawai obor disertai dengan atraksi seni tradisional seperti pencak silat, tabuhan rebana dan lainnya.

Seperti yang dilakukan warga desa Pleret Kabupaten Pasuruan. Mereka menggelar pawai obor pada malam satu Muharram 1441 Hijriah yang jatuh pada hari Sabtu (31/08/19) menurut kalender Masehi. Dilepas oleh Kepala Desa Pleret dari balai Desa Pleret menuju lapangan Warungdowo.  Jarak yang ditempuh lebih kurang satu kilometer. Jarak yang pendek inipun mengakibatkan lalu lintas padat merayap.

Kepala Desa Pleret, Agus menuturkan, pawai tahun baru Hijriah 1 Muharaman, sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Pleret.  Oleh sebab itu, desa selalu mengkoordinir kegiatan tersebut. Untuk memastikan keamanan dan ketertiban peserta saat pawai berlangsung, pihaknya berkoordinir dengan Kepolisian Polsek Pohjentrek dan Banser. 

Animo warga Pleret untuk mengikuti pawai satu Muharaman sangat tinggi. Diikuti warga dari 9 Rukun Warga (RW). Ada dari kelompok pengajian ibu-ibu, TPQ(tempat pendidikan Alquran), Madin, padepokan perguruan pencak silat dan atraksi drum band karang taruna. "Mereka dengan sukarela dan swadaya andil dalam pawai ini, "terang Agus.

Selain di Desa Pleret, di kawasan Kota Pasuruan pawai obor bisa di jumpai di jalanan kota. Tanpa koordinasi yang baik, seringkali jalur yang dilalui bertabrakan dengan kelompok lain. Akibatnya lalu lintas tersendat bahkan macet. Namun pengendara memakluminya karena kegiatan tersebut ditemui hanya setahun sekali. "Macet sedikit tidak apa-apa demi memeriahkan tahun baru Hijriah. Toh hanya setahun sekali, "ujar salah satu pengendara motor kepada pengendara lain yang ada sampingnya. (B.)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan