Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Fraksi-Fraksi Soroti Silpa Jumbo Rp 200 Milyar lebih



Pasuruan-Pasline

Fraksi - Fraksi di DPRD Kota Pasuruan kompak menyoroti Silpa (sisa lebih pembiyaan anggaran) sebesar Rp 216 milyar atau 20 % dari APBD tahun 2018, dalam pandangan umum fraksi di Rapat Paripurna ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pasuruan dalam acara, Pemandangan Umum Fraksi-fraksi Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun Anggaran 2018, Rabu (02/07/19).

Silpa sebesar itu, baru pertama terjadi dalam sejarah Pemerintah Kota Pasuruan. Hal ini menunjukan daya serap pemerintah terhadap anggaran sangat kecil. Artinya kinerja pemerintah sangat kurang maksimal. Silpa yang besarnya 20 %.dari APBD tersebut juga beresiko akan mendapat penilaian negatif dari pemerintah pusat maupun propinsi.

Menyikapi silpa yang super jumbo ini, Kritikan pedas dilontarkan oleh Fraksi Gerakan Persatuan Hati Nurani (FGPHN), Fraksi ini menilai pemerintah gagal dalam mengelola keuangan daerah untuk sebesar-besarnya digunakan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Koordinasi ditingkat OPD Juga tidak berjalan dengan baik. Ada kesan OPD berjalan sendiri-sendiri dan tidak mau repot kerja selain pekerjaan-pekerjaan rutin. "Sehebat-hebatnya seorang kepala daerah, apakah dia doktor atau profesor sekalipun, tidak akan berhasil melaksanakan pekerjaannya kalau tidak didukung penuh oleh perangkat OPD dibawahnya. Sebaliknya, OPD sebagai pelaksana teknis, membutuhkan leadership dan political will yang kuat dari seorang pimpinan (kepala daerah), "ujar politisi partai Hanura, Farid Misbach usai paripurna.

Farid menambahkan, jika tingginya silpa akibat  efisiensi anggaran atau regulasi yang tidak memungkinkan menyerap anggaran, Fraksi GPHN bisa memahami. Namun jika besarnya silpa akibat lemahnya perencanaan yang disengaja, apalagi ketidakberanian OPD menyerap dengan alasan yang tidak jelas, inilah biang masalah yang harus segera diselesaikan. "Tipe kepala OPD yang tidak memiliki keberanian tersebut  tidak layak menjadi seorang pemimpin. Yang demikian ini ya harus diganti dengan yang lebih kompeten dan punya keberanian, "tegas ketua partai Hanura Kota Pasuruan.

Menurut Farid, ada tiga kegiatan pemerintah yang menunjukan lemahnya perencanaan dan implementasinya akibat menurunnya etos kerja dan political will ASN. Pertama, kegagalan menyerap dana cadangan untuk pembangunan jalur lingkar utara sebesar Rp 20 milyar. Kedua, penempatan anggaran di dana yang tidak terduga yang begitu tinggi sebesar Rp 33 milyar lebih. Ketiga, tingginya silpa dari belanja tidak langsung (gaji pegawai) yang seharusnya bisa dirasionalisasi dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat pada perubahan anggaran.

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan