Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Korban Insiden Gapura Ambruk Di PJB, Dirujuk Ke RS. Supraun Malang


Pasurusn-Paslinenews

Pembukaan Pasoeroean Jaman Bien (PJB) dalam rangka Hari Jadi Kota Pasuruan ke 333, di GOR Untung Surapati, Jumat (22/03), diwarnai insiden runtuhnya gapura pintu masuk utama.  Terbuat dari material bambu, gapura tersebut menimpa orang yang lalu lalang  dibawahnya. 5 orang menjadi korban dan langsung dilarikan kerumah sakit Purut Kota Pasuruan. Di ruang IGD, para korban langsung mendapat tindakan medis. Dari hasil pemeriksaan dokter IGD, tiga orang diijinkan pulang karena hanya mengalami luka ringan dan 2 korban lainnya  harus mendapat perawatan medis lebih intensif.

Dokter IGD RSUD dr. R.Soedarsono Kota Pasuruan, dr. Toriq membenarkan, ada  5 pasien dari insiden  runtuhnya gapura di ajang PJB. 3 orang luka ringan dan sudah diijinkan pulang, sedang 2 korban masih mendapat perawatan intesif. "Di sini (IGD) tinggal dua pasien. atas nama Fakri Zaida bin Nanang Susilo (11) dan M. Fikri bin Nursalim (11). Fakri Zaida menderita luka dikepala sisi kanannya dan masih kita observasi selama 6 jam. Jika tidak mual, kemungkinan pasien boleh pulang atau rawat jalan. Sedangkan.pasien atas nama M. Fikrie menderita luka dipaha kanannya. Kami belum bisa menentukan apakah pasien menderita patah tulang atau tidak. Karena belum menjalani foto rontgen. Namun orang tua pasien, minta putranya dirujuk ke rumah sakit Supraun Malang, "terangnya.

Dari kejadian ini, pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap dua bocah korban insiden ambruknya gapura Pasoeroean Jaman Bien. Hal ini ditegaskan oleh  Wakil Walikota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo, saat menjenguk kedua korban, di IGD  RSUD R. Soedarsono Kota Pasuruan, Jumat (22/03) sore.

"Saya prihatin dengan musibah ini. mudah-mudahan korbam cepat sembuh dan pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatannya sampai tuntas. Insiden ini murni karena faktor alam. Angin kencang yang tiba-tiba datang lalu menghempaskan gapura hingga roboh, diluar dugaan kita semua. Dan kita semua tidak menghendaki ini terjadi, "ujar Teno, sapaan akrabnya.

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan