Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Diskusi Sutirta Dengan Generasi Milenia Untuk membamgun Kecerdasan Berpolitik


Pasuruan-Paslinenews

Kegiatan jaring aspirasi masyarakat oleh wakil rakyat biasanya hanya mengundang orang dewasa, tapi bagi legeslator Sutirta dalam reses yang ke lll tahun 2018 ini memilih mengundang generasi muda. Acara digelar di Hotel Darussalam Kota Pasuruan, Rabu (24/10)


Pilihan Legeslator dari Fraksi Golkar ini sangat tepat. Karena generasi milenia sesungguhnya memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa. Dan faktanya jumlah generasi  milenia setiap tahun mengalami peningkatan populasi yang cukup signifikan.

Oleh karena itu, dalam resesnya kali ini, Sutirta menyeting acara resesnya menjadi dialog interaktif untuk menggali potensi generasi muda yang masih idialis, agar memberikan masukan, usulan, saran dan kritik terhadap pembangunan Kota Pasuruan.

Sutirta menyarankan agar generasi muda memiliki kemauan untuk berorganisasi. Organisasi apapun, baik organisasi sosial,  organisasi profesi maupun organisasi politik. Agar generasi mudah paham berorganisasi dan lebih siap menerima tongkat estafet pembangunan Indonesia.

Menurut Sutirta, dengan berorganisasi, pemuda akan memiiliki wadah untuk menyalurkan ide dan gagasan yang sifatnya membangun. Begitu juga dengan organisasi politik, generasi milenia harus masuk di dalamnya agar lebih memahami apa itu politik. Oleh sebab itu, caleg Partai Golkar dari dapil Gadingrejo ini memberikan gambaran singkat mengenai dunia politik. Agar pemuda memahami dunia politik dan  lebih kritis  dalam menentukan  pilihan politiknya.

Sutirta berharap, pemuda harus mampu mengambil peran didalam membangun Kota Pasuruan. Ide dan gagasannya harus berbobot dan mampu membuat terobosan dalam pembangunan. "Semua itu bisa terwujud, diawali dengan membuat pilihan politik yang lebih kritis. Dengan demikian, akan lahir legeslator-legeslator yang berkualitas dan berdedikasi tinggi untuk pembangunan Kota Pasuruan, " paparnya.

Karena saat ini Kota Pasuruan butuh terobosan untuk meningkatkan pendapatan asli daearah (PAD). Karena selama ini, 70% anggaran pembangunannya masih nyusu ke pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pasuruan hanya sekitar  30% dari APBD. Oleh karena itu perlu sentuhan pemikiran generasi milenia. Karena tingkat  produktivitas dan intelektual generasi milenia sangat tinggi. (B.)



Pimred : M. Rofiq

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan