Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Asal Bangun Asal Renovasi Itulah Kota Pasuruan

 


Pasuruan-Paslinenews

Alun – Alun adalah tempat rekreasi keluarga atau tempat memanjakan tubuh sejenak untuk menghilangkan jenuh dan penat setelah bekerja. Tak ayal, alun – alun juga sering dijadikan icon center di kota, salah satunya termasuk di Kota Pasuruan. Untuk itu, Pemkot Kota Pasuruan harus melakukan pembenahan ataupun renova

Namun, itu juga harus mempertimbangkan nilai kegunaan objek tersebut. Memang seharusnya pembenahan itu dilakukan jika memang keadaannya sudah tidak memungkinkan lagi untuk digunakan sebagai icon center Kota  ataupun taman rekreasi keluarga.

Menurut Ketua HMI Pasuruan, M. Robet Rifqi Habibi,  jika hanya direnovasi karena menghamburkan APBD tanpa melihat apakah objek tersebut memang harus di renovasi atau tidak, itu sebuah kemubadziran.

Pada dasarnya sebuah pembangunan itu ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, salah satunya melihat dari faktor azaz fungsional (kemanfaatan) untuk masyarakat Kota Pasuruan sendiri. Kita lihat nilai guna alun-alun Kota Pasuruan tidaklah begitu meningkat, padahal baru beberapa tahun kemarin tempat itu direnovasi (diperindah), lalu kenapa ada renovasi lagi pada tahun ini?.

Pada faktanya di Kota Pasuruan lebih tepatnya di pinggiran Kota, banyak yang harus diperbaiki ataupun dibangun, salah satunya saluran irigasi di wilayah pesisir pantai, itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengatasi banjir ketika musim hujan.

Entah kajian seperti apa yang digunakan oleh jajaran pemerintah untuk penggunaan APBD ini, namun yang begitu menonjol adalah selalu tertuju pada pusat kota yang notabene itu tidak harus direnovasi. "Kota Pasuruan ini sangat luas, namun kenapa sipandang dari sisi yang sempit, " ujar Robet, sapaan kesehariannya. (HMI Pasuruan Raya)

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan