Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

SILPA tahun anggaran 2017 Rp. 127 milyar lebih, dinilai terlalu besar oleh fraksi- fraksi DPRD Kota Pasuruan





Paslinenews- Pasuruan

Sisa Lebih Penggunaan Anggaran(Silpa) tahun anggaran 2017, menjadi sorotan sebagian besar fraksi di DPRD Kota Pasuruan dalam Sidang Paripurna 2 Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Daerah Kota Pasuruan, Kamis, 23/08/2108.

Silpa tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 127.324.923.295,88, dinilai terlalu besar. Hal ini merupakan indikasi rendahnya serapan anggaran oleh OPD.

Sorotan tersebut diantaranya dari Fraksi Amanat Indonesia Raya(F.AIR). Dalam pandangan umumnya yang disampaikan oleh Marzul Afiyanto, SE, menilai, kelebihan silpa tersebut tidak selalu berasal sari efisiensi kegiatan, namun juga dari kegiatan yang tertunda atau gagal lelang.

Dari Fraksi Gerakan Persatuan Hati Nurani(GPHN) menilai,  realisasi APBD 2017 tidak sesuai dengan harapan masyarakat Kota Pasuruan. Oleh karena itu, Fraksi ini memberi 5 point catatan kinerja eksekutif. Diantaranya, terkait tingginya silpa, fraksi ini  menganggap pemerintah gagal dalam mengintegrasikan apa yang sudah direncanakan dengan pelaksanaannya. Sehingga program kegiatan banyak yang tidak terserap atau terwujud. Dan berdampak pada masyarakat yang tidak bisa menikmati pembangunan yang sudah direncanakan.

Fraksi ini juga khawatir ada penggembosan Rencana Program dari Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah(OPD), yang kurang bertanggung jawab. Dampaknya, masyarakat merasa kecewa dengan janji- janji Walikota dan Wakil Walikota.

Anggota Fraksi BPHN, Luckman Hakiem Bachmid, SH, menilai, ketidak seriusan atau ketidak pahaman para kepala OPD dalam mengaplikasikan visi dan misi walikota. "Para Kepala OPD tidak serius atau mungkin tidak paham  mengaplikasikan visi dan misi walikota sesuai dengan rencana dan prediksi yang telah disepakati, " jlentrehnya.

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan