Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

Minim rambu, pemudik bingung. Walikota pantau arus mudik




Paslinenews-Pasuruan

Kondisi arus mudik dipintu tol Pasuruan, dari siang hingga malam hari, sekitar pukul 24.00 terpantau aman lancar. Tidak nampak kepadatan yang berarti.

Namun, rambu-rambu petunjuk dan larangan, masih sangat minim. Masalah ini dikeluhkan oleh Kepala Pos Pantau Exit Tol Pasuruan, Iptu Joko Susanto.

"Rambu petunjuk dan larangannya masih minim, ditambah trafick ligh yang belum berfungsi maksimal,  membuat bingung pengguna jalan tol. Seringkali pengguna jalan tol  bertanya kepada petugas, " keluh Iptu Joko Susanto.

Lebih lanjut Iptu Joko mengatakan, Selain minim rambu petuntuk dan larangan, rambu yang sudah dipasang oleh.pihak tol sangat rancu. misalnya rambu petunjuk yang dipasang di jalur keluar tol, terpampang di papan besar dengan tulisan, Probolinggo -Kejayan, yang kearah timur. sedang yang kearah barat tertulis, Kraton.

"Rambu petunjuk yang tertulis dipapan besar ukuran 2x1,5 m, rancu. Pengguna jalan dari luar kota  belum mengenal daerah kejayan maupun kraton. Mengapa tidak ditulis, Probolinggo-Malang, yang kearah timur dan Bangil-Surabaya, untuk yang kearah barat, " usulnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, petugas pos pantau berinisiatif membuat rambu petunjuk dadakan, ditulis diatas bener dengan ukuran  1 x 1 m, " Kami berimisiatif membuat rambu perunjuk terbuat dari bener. Walaupun berukuran 1 x 1 m, namun sangat membantu pengguna jalan, "jelas Iptu Joko.


Disisi lain, momen malam takbiran atau malam hari raya Idul Ftri 1439 H, digunakan Walilota Pasuruan, Drs. H Setiyono, MSi, bersama jajaran Forkopimda dan beberapa anggota DPRD Kota Pasuruan, mengunjungi sekaligus memantau arus mudik di pintu tol Pasuruan.

Rombongam hadir sekitar pukul 21.00 WIB, dengan memberi bingkisan untuk personil keamanan yang berjaga di pintu tol Pasuruan.

Kehadiran Wali Kota Dan jajaran Forkopimda Kota Pasuruan, bertujuan untuk memotifasi personil keamanan agar lebih semangat dan lebih baik dalam melaksanakan tugas.

personil gabungan yang berjaga di pinto tol terdiri dari, personil Kepolisian, Perhubunan dan Satpol PP Kota Pasuruan.



Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan