Featured Post

Orang Tua Murid SD Kandang Sapi Mengeluhkan Jatah Makan Siang MBG Lauk tidak layak konsumsi, Di SMAN 3 Kota Pasuruan Jatah Makan MBG Sangat Layak Konsumsi, Bukti Tidak Ada Standar Menu MBG

Gambar
Gambar atas, menu makan siang di SD Kandang Sapi hari Rabu (11/2). Gambar bawah, menu makanan di SMAN 3 Kota Pasuruan hari Jumat (13/2). Pasuruan-PaslineNews Sejumlah wali murid TK ABA 2  dan SD Kandang Sapi, serta  SD Bangilan, mengeluhkan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu(11/2/26)  dalam kondisi lauk tidak layak konsumsi dan menu yang tidak jelas.   Menurut salah satu orang tua murid yang enggan ditulis namanya,  setelah melihat jatah  makan siang milik anaknya, lauk berupa ayam suwir dalam kondisi basi.  Bahkan, guru kelas tempat anaknya sekolah melarang muridnya memakan lauk tersebut.  Hal yang sama juga terjadi di SD Bangilan.  Salah satu orang tua murid yang enggan menyebut namanya, menyesalkan menu yang diterima anaknya. Dia menilai, jatah makan siang MBG  hari Rabu (11/2) dinilai sangat sederhana, terdiri dari nasi, sepotong tempe goreng, irisan  sayur kobis dan wortel ditambah daging ayam suwir...

MURI CATAT PAGELARAN MUSIK REBANA BERBANGKIAK SEBAGAI REKOR DUNIA






Pasuruan- Paslinenews

Pagelaran rebana berbakiak yang diikuti 2180 muslimah di Kota Pasuruan, telah tercatat di musium rekor Indonesai (Muri). Mematahkan rekor sebelumnya, parade sandal teklek/bakiak dengan 1326 peserta pada 11 Agustus 2017 di Kota Salatiga.

Pagelaran dilangsungkan di jalan Pahlawan Kota Pasuruan, Jumat   ( 27/04 ) malam, dengan tampilan muslimah yang bermain rebana dipadukan hentakan suara bakiak, menciptakan harmoni yang indah. Tak heran, penonton yang memyaksikannya dibalik pagar pembatas, sangat terhibur.

Ditambah lagi dengan tampilnya artis ibukota, Syahrul Gunawan sebagai pemandu acara, membuat ratusan kaum Hawa histeris dibuatnya.

Pagelaran rebana berbakiak ini, merupakan pagelaran yang ke 7 di Kota Pasuruan, yang tercatat di musium rekor Indonesia ( MURI ). Sebelumnya, Pemerintah Kota Pasuruan telah mencatatkan 6 rekor Muri. Ditahun 2005, pagelaran musik rebana dengan peserta 3229 telah tercatat di Muri.

Tahun 2006 ngamen terlama selama 120 jam non stop, juga tercatat di Muri. Tahun 2007, pendeteksian dini tumbuh kembang anak dengan peserta 2634, tercatatat di Muri. Tahun 2009, pembuatan pepes bandeng bakar, sebanyak 1, 4 ton bandeng. dan Tahun 2011 Layanan terpadu kesehatan lanjut usia, dengan jumlah peserta sebanyak 1435 peserta, juga tercatat di Muri. tahun 2014, jalan sehat mamakai sarung sebanyak 33 ribu peserta, tercatat di Muri

Acara ini digelar untuk meningkatkan potensi kota santri dan kota pusaka di Kota Pasuruan. " Kota santri dan kota pusaka akan menjadi ikon Kota Pasuruan, diharapkan akan mampu bersaing dengan daerah lain dan menciptakan destinasi wisata baru di Jawa Timur, dan  Indonesia," kata H Setiyono.

Musium Rekor Indonesia ( MURI ), telah mencatat pagelaran musik rebana berbangkiak dengan jumlah peserta sebanyak 2180 muslimah, sebagai rekor  dunia.

Awalnya panitia mengklaim jumlah peserta sebanyak 2040 muslimah. Dari hitungan, 34 kelurahan yang masing - masing mengerahkan 60 peserta, jika dikalikan ketemu angka 2040 peserta. Namun, setelah di verifikasi oleh tim Muri, ditemukan jumlah peserta sebanyak, 2180 peserta.

Dengan persiapan dan latihan selama enam bulan, akhirnya pagelaran musik rebana berbangkiak dicatat oleh Muri sebagai pemecah rekor dunia. Pemerintah Kota Pasuruan, selaku rekoris diganjar piagam oleh Muri.

Piagam Muri dengan rekor, musik rebana berbangkiak dengan jumlah peserta terbanyak, 2180 peserta, diserahkan langsung oleh Sriwidyawati selaku eksekutif manager Muri dengan nomor rekor : 8430/R.MURI/IV/0218, kepada WaliKota Pasuruan, Drs H Setiyono M,si.

Piagam rekor dunia dari Muri ini, menambah koleksi piagam serupa, menjadi tujuh piagam. Sebelumnya Pemkot Pasuruan telah mencatatkan enam rekor Muri diberbagai event dan kegiatan.

Walikota Pasuruan berjanji akan membuat event yang lebih unik dan heboh. Bahkan, kalau bisa, setiap bulan harus ada event yang bertujuan untuk mengangkat wisata di kota ini. " Untuk menggali potensi wisata di Kota Pasuruan, pemerintah akan terus berupaya membuat acara atau pagelaran yang lebih unik dan heboh. kalau bisa, satu bulan sekali harus ada evet, " jelas H Setiyono.

Postingan populer dari blog ini

SPPG Yayasan Cinta Nusantara Persada Diresmikan Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo

Pemerintah Kota Pasuruan Cairkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik.

Nama-nama Calon Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Murni Usulan Dari Bawah, dr.Mufti Anam Tidak Mau Diusulkan